Misi Cerdik Gus Dur Keliling Dunia

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 09 Februari 2021 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 337 2358903 misi-cerdik-gus-dur-keliling-dunia-JOycPoWmIU.jpg Gus Dur. (Foto: Istimewa)

SELAMA menjadi Presiden, banyak orang yang bingung dan tidak mengerti arah kebijakan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Langkah Gus Dur penuh sombolik makna yang tersirat.

Mantan Juru Bicara Kepresidenan era Gus Dur, Yahya Staquf menerangkan bahwa orang-orang mengecam kegemaran Gus Dur berkeliling dunia, mengunjungi negara-negara yang dalam pandangan umum dianggap kurang relevan dengan kepentingan Indonesia.

"Padahal daftar negara-negara yang dikunjungi Gus Dur identik dengan daftar undangan Konferensi Asia-Afrika," ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Negara yang dikunjungi masih ada hubungan dagang dengan Indonesia. Misalnya Brasil mengekspor sekian ratus ribu ton kedelai ke Amerika setiap tahunnya, sedangkan Indonesia mengimpor lebih separuh jumlah itu dari Amerika. Maka Gus Dur datang ke Rio De Janeiro ingin membeli langsung kedelai dari sumbernya tanpa makelar Amerika. 

Baca juga: Pesawat Gus Dur Akan Mendarat Tiba-tiba Hujan Reda

Venezuela mengimpor seratus persen belanja rempah-rempahnya dari Rotterdam, sedangkan Indonesia mengekspor seratus persen rempah-rempah ke sana. Maka Gus Dur menawari Hugo Chavez membeli rempah-rempah langsung dari Tanah Air.

"Gus Dur mengusulkan kepada Sultan Hasanal Bolkiah untuk membangun Islamic Financial Center di Brunaei Darussalam, lalu melobi negara-negara Timur Tengah untuk mengalihkan uang mereka dari bank-bank di Singapura ke lembaga itu," paparnya. 

Baca juga: Gus Dur Cuma Bawa Nasi Putih di Pesawat dari Yogya ke Jakarta

Gus Dur juga melakukan lobi-lobi ke negara-negara adidaya. Gus Dur mengikhtiarkan perjuangan dengan caranya sendiri. Bukan dengan agitasi politik, dengan langkah-langkah taktis yang substansial, cara-cara yang selama karir politiknya sendiri memang menjadi andalannya. Yang bagi banyak orang terlihat sebagai kontroversi.

"Itu adalah cara cerdik menyiasati pertarungan melawan kekuatan-kekuatan besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang terlampau berat untuk ditabrak secara langsung dan terang-terangan," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini