Polri Sebut Ustadz Maaher Sempat Menolak Dirujuk ke RS Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 08 Februari 2021 23:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 337 2358841 polri-sebut-ustadz-maaher-sempat-menolak-dirujuk-ke-rs-polri-UjjedpYjfq.jpg Irjen Argo Yuwono. (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Polri memberikan penjelasan terkait dengan meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata, di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Senin (8/2/2021) malam. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, perkara Maaher masuk tahap II atau telah dilimpahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan. Menurut Argo, sebelum tahap II, diketahui Maaher menang mengeluh sakit. 

Setelahnya, petugas Rutan termasuk tim dokter membawanya ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

"Setelah diobati dan dinyatakan sembuh yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim," kata Argo saat dikonformasi, Jakarta, Senin (8/2/2021). 

Menurut Argo, setelah tahap II dan diserahkan ke Jaksa, Maaher kembali mengeluh sakit. Petugas Rutan dan tim dokter menyarankan agar dibawa ke RS Polri tapi yang bersangkutan tidak mau.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Keluarga Sempat Minta Ustadz Maaher Dirawat di RS Ummi Bogor

"Soal sakitnya apa tim dokter yang lebih tahu," ujar Argo. 

"Jadi perkara Ustadz Maaher ini sudah masuk tahap 2 dan  menjadi tahanan jaksa," tambah Argo. 

Baca juga: Kronologi Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Polri

Maaher ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap Habib Luthfi. Dia dijerat Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini