KPK Gali Kesaksian Operator Ihsan Yunus Ihwal Pengadaan Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 08 Februari 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 337 2358795 kpk-gali-kesaksian-operator-ihsan-yunus-ihwal-pengadaan-bansos-covid-19-OrsTrgKXcf.jpg Ali Fikri (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa saksi Agustri Yogasmara yang merupakan Operator Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Ihsan Yunus, pada hari ini. Agustri diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan bansos untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Penyidik menggali kesaksian Agustri Yogasmara ihwal pengadaan bansos untuk penanganan Covid-19 yang kini berujung rasuah. Diduga, Agustri mengetahui banyak ihwal pengadaan bansos tersebut hingga keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

"Hari ini yang bersangkutan hadir dan dilakukan pemeriksaan terkait pengetahuannya antara lain mengenai pelaksanaan pengadaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (8/2/2021).

Pemeriksaan Agustri hari ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan sebelumnya pada Jumat, 29 Januari 2021. Di mana, pada panggilan pertamanya tersebut, Agustri mangkir alias tidak memenuhi panggilan. Alhasil, penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Agustri.

"Yang bersangkutan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JPB (Juliari Peter Batubara) dkk," ucap Ali.

Sekadar informasi, Agustri Yogasmara merupakan operator dari Anggota DPR Fraksi PDI-Perjuangan Ihsan Yunus. Dalam rekonstruksi perkara yang dilakukan KPK pada Senin, 1 Februari 2021, lalu, Agustri tampak menerima uang senilai Rp1,5 miliar dan dua buah sepeda merek Brompton dari tersangka Harry Van Sidabuke.

Baca Juga : KPK Bidik Politikus PDIP Ihsan Yunus di Kasus Korupsi Bansos Covid-19

Harry Van Sidabuke diketahui menyerahkan uang sebesar Rp1.532.044.000 kepada Agustri alias Yogas di kursi belakang mobil di sekitaran Jalan Salemba Raya pada Juni 2020.

Harry pun bertemu dengan Agustri kembali pada November 2020 di kantor PT Mandala Hamonangan Sude. Pada saat itu, Harry memberikan dua sepeda Brompton kepadanya. Dua sepeda itu dimasukkan Harry ke bagasi mobil.

Sekadar informasi, KPK berhasil mengungkap kasus dugaan suap terkait pengadaan bansos berupa paket sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek, dengan menetapkan lima orang tersangka.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini