Setelah Sinovac, Giliran Vaksin AstraZeneca Menunggu Izin BPOM

Dita Angga R, Sindonews · Senin 08 Februari 2021 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 337 2358733 setelah-sinovac-giliran-vaksin-astrazeneca-menunggu-izin-bpom-X1c28DcYt2.jpg Iluastrasi Vaksin Covid-19 (Foto :Timesofindia)

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 BPOM Rizka Andalusia mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya telah menetapkan tujuh jenis vaksin yang digunakan di Indonesia. Saat ini, vaksin dari AstraZeneca tengah dievaluasi.

Diketahui, saat ini baru ada satu jenis vaksin dari tujuh jenis vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan atau emergency use of authorization (EUA) dari BPOM yakni vaksin Coronavac produksi Sinovac. Dia mengatakan BPOM akan berupaya mengevaluasi vaksin-vaksin lainnya.

“Tentunya setelah menyetujui vaksin Coronavac ini, BPOM akan terus berupaya untuk mengevaluasi beberapa vaksin yang akan digunakan pemerintah dalam program vaksinasi. Standar dan persyaratan yang diterapkan BPOM dalam mendukung ketersediaan vaksin yang aman, berkhasiat dan bermutu selalu diterapkan sesuai standar internasional yang ditetapkan oleh WHO,” katanya dalam konferensi persnya, Senin (8/2/2021).

“Saat ini telah mulai dievaluasi secara rolling submission oleh BPOM vaksin dari AstraZeneca. Dan juga terdapat beberapa vaksin yang segera mendaftarkan untuk dapat EUA adalah vaksin dari Sinopharm dan dari Moderna, serta Novavax,” ujarnya.

Rizka mengatakan EUA akan diterbitkan setelah semua data dukung lengkap. Selain itu juga vaksin dinyatakan aman, berkhasiat, dan bermutu.

Baca Juga : Pecah Rekor! Hari Ini 13.038 Pasien Sembuh Covid-19

Baca Juga : Tidak Terbukti Ampuh, Afsel Hentikan Peluncuran Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Dalam hal pemberian persetujuan penggunaan atau EUA, BPOM dapat mengevaluasi dari hasil uji klinik yang diperoleh dari negara lain. Terutama untuk data keamanan, khasiat, dan mutu produk dan laporan produksinya.

“Tidak perlu melakukan uji klinik di Indonesia manakala kita sudah mendapat bukti yang kuat dalam menentukan khasiat dan keamanan vaksin. Oleh karena itu, kita tetap menerapkan standar dan kriteria pemberian EUA sesuai standar yang kita tetapkan,” pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini