Jokowi Minta Dikritik, Warganet Ramai-Ramai Singgung UU ITE

Bima Setiyadi, Koran SI · Senin 08 Februari 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 337 2358584 jokowi-minta-dikritik-warganet-ramai-ramai-singgung-uu-ite-5J6bwvEfZd.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah. Sejumlah warganet sambut permintaan tersebut dengan Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik (ITE).

"UUITE: assalamualaikum," tulis @bintangemon menanggapi permintaan Presiden Jokowi yang dikutip Senin (8/2/2021).

Akun lainnya, @Supernova_cham khawatir dijerat UU ITE setelah mengkritik.

"habis kasih kritik, langsung dijerat dengan UU ITE

sampai pd akhirnya otak² kritis kita diseragamkan massal..," cuitnya.

Baca Juga:  Jokowi Minta Masyarakat Aktif Kritik Pelayanan Publik

Sementara itu, akun @juliusibrani yang diketahui milik Sekjen Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Julius Ibrani menyatakan, dirinya banyak meneri masukan agar pemerintah mencabut terlebih dahulu UU ITE sebelum minta dikritik. Menurutnya, banyak pola untuk membungkam kritik, misalnya saja Undang Undang Pornografi, penodaaan agama dan sebagainya.

"Bnyk yg kasih syarat:

1. Cabut dulu UU ITE

2. Hapus dulu Padal 310,

3. Dll.

Mereka ini baru 3 hari hidup di Indonesia rupanya, blm tau ada bnyk pola yg lain.

Bs pake pas zinah, UU Pornografi, penodaan agama, masih bnyk lg.

Intinya, ya emang GABOLE MENGKRITIK aja sob..,"jelasnya.

Seperti dikeahui sebelumnya, saat berpidato di Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021), Presiden Jokowi meminta masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Penanganan Covid-19 Selesai Dalam Waktu 1,5 Tahun

Jokowi ingin pelayanan publik semakin baik di masa mendatang. Dia berharap seluruh pihak ikut ambil bagian dalam mewujudkannya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini