Pelaksanaan PPKM Skala Mikro, Doni Monardo: Ujung Tombaknya RT/RW

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 07 Februari 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 337 2358083 pelaksanaan-ppkm-skala-mikro-doni-monardo-ujung-tombaknya-rt-rw-wiPymelpPl.jpg Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Pemerintah dalam waktu dekat akan melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Dimana salah satunya dengan pelaksanaan Desa Tangguh Covid-19, dan dibentuknya Posko Tanggap Covid-19 tingkat Desa/Kelurahan.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, dalam pelaksanaan PPKM skala mikro ini ujung tombaknya adalah RT juga RW.

“Sebagaimana yang telah diperintahkan bapak Presiden Jokowi, beliau menginginkan pengendalian Covid dapat berada pada skala yang terendah yaitu di tingkat Desa dan Kelurahan. Namun dalam pelaksanaannya ujung tombaknya adalah RT dan juga RW,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu (7/2/2021).

Baca juga:  Agar Masyarakat Patuh saat PPKM Skala Mikro, Epidemiolog Sarankan Ini

Doni pun berharap dalam rapat koordinasi tersebut, pihaknya bisa mendapat masukan dan strategi dalam memutus penularan Covid-19.

“Jadi kita harapkan pertemuan hari ini adalah pertemuan terakhir sebelum SOP tentang pengendalian Covid yang berskala mikro ini akan kita terbitkan dalam bentuk Surat Edaran,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Anies: PPKM Pemerintah Pusat yang Akan Kembali Diperpanjang

“Oleh karenanya masukan dari sejumlah pejabat pada sore ini sangat penting dan kita sangat berharap bahwa ini adalah strategi yang efektif, ini adalah strategi yang pamungkas karena berbagai langkah dan cara telah tertempuh,” kata Doni.

 

Selain itu, Doni mengatakan jika kasus aktif Covid-19 di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

“Sudah hampir 1 tahun kita bertempur berperang menghadapi Covid, namun kasusnya bukannya semakin rendah, kasus aktif kita termasuk yang tertinggi saat ini di dunia. Kita memiliki pasien Covid 175.000 orang, artinya ada 175.000 orang kasus Covid-19 saat ini di Tanah Air,” tuturnya.

Jika kasus Covid-19 tidak segera dikendalikan dengan memutus mata rantai penularannya, maka rumah sakit kita tidak akan mampu untuk merawat pasien.

“Dan yang pasti juga tenaga kesehatan kita sangat terbatas. Korban dari para pejuang kemanusiaan dokter dan perawat dan tenaga kesehatan lainnya sudah cukup banyak,” sambungnya.

“Oleh karenanya sekali lagi strategi kita untuk menangkal Covid di tingkat yang terendah di tingkat RT/RW bisa kita jadikan sebagai salah satu strategi baru tetap berbasis kolaborasi, kesepakatan antara semua komponen antar Desa, Kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW,” tutup Doni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini