Ngopi Bareng Kader Demokrat, Moeldoko: Habis Secangkir Kopi, Tak Elok jika Langsung Pergi

Tim Okezone, Okezone · Minggu 07 Februari 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 337 2357988 ngopi-bareng-kader-demokrat-moeldoko-habis-secangkir-kopi-tak-elok-jika-langsung-pergi-EiqbFoInhY.jpg KSP Moeldoko (Foto : istimewa)

JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terlihat santai meski namanya disebut-sebut dalam pusaran utama isu kudeta Partai Demokrat.

Melalui akun Instagram resmi miliknya, @dr_moeldoko pada Sabtu 6 Februari 2021, dia mengunggah foto sedang memegang cangkir dengan keterangan sedang ngopi. Dalam foto, ia terlihat mengenakan baju putih dan jaket biru.

Baca juga:  Soal Kudeta, jika AHY Diam Posisinya sebagai Ketum Demokrat Bakal Terdongkel

Dalam caption-nya, Mantan Panglima TNI ini mengatakan tidak pantas jika seseorang langsung pergi seusai menghabiskan secangkir kopi. Terlebih, saat ada rekan yang bergabung untuk ngopi bareng.

"Habis secangkir kopi, tak elok jika langsung pergi. Apalagi jika ada kawan yang baru bergabung, baiknya tambah secangkir lagi," cuit Moeldoko.

Baca juga:  Moeldoko Mengaku Hanya Ngopi dengan Kader Demokrat, Andi Mallaranggeng: Itu Off Side!

Moeldoko kemudian bicara soal orang yang melarang minum kopi. Ia menilai orang itu membutuhkan kopi.

"Kalau kamu dengar ada yang melarang, agaknya kamu benar-benar butuh kopi. Konon kata ahli 'Kopi bisa mencegah gangguan pendengaran'," ujarnya dengan menyertakan tanda pagar #coffeetime #politikindonesia #moeldoko.

 

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengaku heran dengan alasan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang mengatakan bahwa dirinya hanya 'ngopi-ngopi' saat bertemu dengan kader Partai Demokrat. Bahkan, Andi menyebut hal itu merupakan tindakan yang keluar garis (off side) jika diibaratkan dalam dunia sepakbola.

Lebih jauh dia menuturkan, semestinya jika ingin 'ngopi' bisa dilakukan di halaman hotel saja, bukan sampai menyewa kamar yang menandakan bahwa pertemuan itu dilkaukan secara diam-diam. Bahkan, Andi merasa heran kenapa Moeldoko menyebut pertemuan tersebut dengan 'ngopi-ngopi' padahal orang yang ditemuinya saja tidak dikenalnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini