Kudeta Demokrat Bisa Terjadi jika AHY Tidak Buka Suara

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 07 Februari 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 337 2357950 kudeta-demokrat-bisa-terjadi-jika-ahy-tidak-buka-suara-O61iBQNYzO.jpg Ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (foto: twitter AHY)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, kudeta Partai Demokrat mungkin saja bisa terjadi bila Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengirim surat ke Presiden Jokowi dan 'berteriak' ke publik.

"Jika kemarin AHY tak berteriak ke publik dan tak kirim surat ke Jokowi terkait akan ada gerakan kudeta, maka bisa saja di bulan ini kudeta itu bisa terjadi," kata Ujang saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Baca juga: Soal Kudeta, jika AHY Diam Posisinya sebagai Ketum Demokrat Bakal Terdongkel

Menurut Ujang, posisi AHY di pucuk pimpinan partai untuk sementara ini aman, karena ia telah membongkar dugaan kudeta tersebut ke publik. Lebih-lebih, ia juga sudah menyampaikannya ke Jokowi melalui surat meskipun tak mendapat jawaban.

"Karena AHY melakukan dua strategi itu, maka untuk sementara AHY aman," jelasnya.

Baca juga:  Jokowi Tak Balas Surat AHY, PDIP: Sangat Tepat!

Namun demikian, Ujang memprediksi ke depan AHY masih akan terus 'digoyang' oleh kekuatan eksternal. Karenanya, Demokrat harus bersikap tegas melawan segala bentuk intervensi dari pihak luar.

'Tapi kedepan, sepertinya AHY masih akan terus digoyang-goyang oleh kekuatan eksternal itu. Sikapnya harus jelas yaitu melawan segala bentuk intervensi pihak luar itu," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Ketua Umum Demokrat AHY menyebut ada pejabat pemerintahan yang terlibat dalam upaya pengambilalihan paksa kursi yang didudukinya. Tak tanggung-tanggung, AHY menyebut orang itu berada di lingkaran dekat Presiden Jokowi.

AHY juga sudah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi hal ini. Selain pihak eksternal, ada pula pihak internal yang terlibat dalam gerakan ini. Mereka terdiri atas kader Demokrat aktif, kader tidak aktif, kader yang sudah diberhentikan, dan kader yang keluar dari Demokrat.

 

Sementara itu, politikus Demokrat, Andi Arief melalui akun Twitternya mengungkap bahwa pejabat didekat lingkaran Jokowi yang diduga terlibat pengambilalihan paksa kursi pimpinan partai berlogo segitiga Mercy itu adalah KSP Moeldoko.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko. Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi," kata @Andiarief__

Moeldoko sendiri sudah membantah isu ini. Ia menegaskan tidak ada rencana kudeta kursi pemimpin Demokrat. Mantan Panglima TNI itu juga menegaskan bahwa hal tersebut adalah urusan dirinya dan jangan dikaitkan dengan Istana atau Presiden Jokowi.

Belakangan, Mensesneg Pratikno mengungkapkan bahwa Istana tidak akan memberi jawaban atas surat yang dikirimkan AHY. Pasalnya, isu kudeta ini adalah permasalahan internal partai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini