Share

BPOM Setujui Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini Tanggapan Epidemiolog

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 07 Februari 2021 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 337 2357905 bpom-setujui-vaksin-sinovac-untuk-lansia-ini-tanggapan-epidemiolog-tHiYFQwMFg.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac, untuk penduduk usia 60 ke atas atau kalangan lanjut usia (lansia). Persetujuan ini tertera dalam surat yang dikirimkan kepada PT Bio Farma (Persero).

Dalam surat tersebut, BPOM telah menyetujui pemberian vaksin bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas setelah ‘memperhitungkan keadaan darurat’. Surat bernomor: T-RG.01.03.32.322.02.21.00605/NE tertanggal 5 Februari 2021 tersebut ditandatangani Kepala BPOM Penny Lukito.

Baca juga: Menko Luhut Targetkan Vaksinasi 70 Juta Orang hingga Semester I-2021

Persetujuan BPOM merupakan jawaban atas surat yang dilayangkan Bio Farma bernomor: EREG10040912100012 tentang perubahan obat Coronavac (vaksin Sinovac).

Perubahan dimaksud mencakup dua hal. Pertama, perubahan indikasi untuk populasi lansia (60 tahun ke atas) dengan interval penyuntikan 0 dan 28 hari. Kedua, penambahan interval penyuntikan 0 dan 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun).

Baca juga: Vaksin Covid-19 Tiba Lagi, Petugas Layanan Publik hingga TNI Segera Disuntik

Merespon hal ini, Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono meminta agar Kementerian Kesehatan segera memberikan vaksin vaksin Covid-19, atau Coronavac dari Sinovac kepada para penduduk usia 60 tahun keatas.

“Coronavac, atau biasa dikenal vaksin sinovac diizinkan oleh BPOM untuk penduduk usia 60+ dengan interval penyuntikan 28 hari. Kemenkes segera memberikan pada lansia secara sistematik, nakes lansia, penghuni rumah jompo dan sebagainya,” ungkap Pandu dalam cuitanya dikutip MNC Portal Indonesia, Minggu (7/2/2021).

Dengan segera memberikan vaksinasi Covid-19 kepada para lansia ini, maka kata Pandu, pemerintah bisa menekan angka hospitalisasi atau angka keterisian rumah sakit dan kematian akibat Covid-19.

“Kita dapat tekan hospitalisasi dan kematian Covid-19,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini