Agar Masyarakat Patuh saat PPKM Skala Mikro, Epidemiolog Sarankan Ini

Riezky Maulana, iNews · Minggu 07 Februari 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 337 2357856 agar-masyarakat-patuh-saat-ppkm-skala-mikro-epidemiolog-sarankan-ini-m3HzkYHQWA.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut agar Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro berjalan efektif maka pemerintah harus menguatkan hubungan timbal balik dengan masyarakat. Dengan hal itu, maka pemerintah dapat membuat masyarakat sadar bahwasanya aturan yang dibuat akan berdampak positif kepada diri mereka sendiri terkait pencegahan Covid-19.

"Membuat satu program atau respons terhadap situasi ini yang memang asalnya dari, oleh, dan untuk masyarakat. Pemerintah juga harus memfasilitasi ya, misalnya ada kader kesehatan, masyarakat itu jangan sampai berobat sendiri, mengobati sendiri. Selama ini kan itu yang terjadi, sehingga pada akhirnya buruk karena tidak terkoordinasi," tuturnya ketika dihubungi, Minggu (7/2/2021).

Baca Juga: Seluruh Daerah Baiknya Belajar Penerapan PPKM di Jakarta dan Jabar

Dia menjelaskan, pelibatan tokoh-tokoh masyarakat setempat harus diperkuat. Hal itu dikarenakan, masyarakat akan lebih nyaman untuk berkomunikasi terkait keluhan yang dialaminya.

"Harus ada penguatan di level masyarakat kita, bisa buat suatu program pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan tokoh-tokoh. Ada keterlibatan tokoh ini, agar masyarkat tidak ragu-ragu dan lebih terbuka. Tidak merasa ada orang asing, nah bisa dibangunlah seperti itu," ucapnya.

Selain itu, dengan adanya pelibatan tokoh masyarakat, maka imbauan yang diberikan akan jauh lebih efektif. Ketimbang, katanya, menerapkan sanksi-sanksi yang menggunakan prinsip hukum pidana.

"Masalah penerapan protokol kesehatan itu bisa sedikit teratasi karena yang mengingatkan itu orang-orang atau tokoh disitu. Akan jauh ya lebih efektif dibandingkan sanksi pidana," katanya.

Dia menjelaskan, hal lain yang harus diperbaiki oleh pemerintah adalah memulihkan kembali rasa percaya daripada masyrakat yang saat ini dinilainya rendah. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan strategi komunikasi risiko yang tepat, seperti melakukan transparansi atau keterbukaan data.

"Itu penting sekali. Menyampaikan data apa adanya, sisi positif dan negatif dari suatu data. Sehingga terbangun kewaspadaan dari semua pihak, bukan hanya masyarakat ya tetapi pemerintahan di setiap level dan sektor," ungkapnya. 

Baca Juga: PPKM Buat Kasus Covid-19 di Indonesia Melandai, Ini Data dan Faktanya

Seperti diketahui, pada Selasa 9 Februari mendatang pemerintah mulai menerapkan kebijakan PPKM berskala mikro. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting.

"Berdasarkan keputusan dari Presiden kita, bahwa mulai tanggal 9 Februari ini akan dilaksanakan PPKM skala mikro,” ujar Alex dalam dialog Strategi Pemerintah Kota/Kabupaten Tekan Laju Covid-19 secara virtual, Jumat 5 Februari 2021.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini