Mengenal Margonda, Pejuang Gedoran Depok yang Gugur di Usia Muda

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 07 Februari 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 337 2357783 mengenal-margonda-pejuang-gedoran-depok-yang-gugur-di-usia-muda-y4HWYvmyrE.jpg foto: ist

JAKARTA - Namanya kalah sohor dibandingkan banyak cerita heroik dari para pahlawan lainnya dalam buku sejarah. Pemuda itu Margonda, pejuang yang mati muda pada usia 27 tahun dalam peristiwa Gedoran Depok 16 November 1945 lalu.

(Baca juga: Tragedi 75 Tahun Bumi Hangus Serdadu Inggris di Tanah Bekasi)

Peristiwa Gedoran Depok tak lepas dari kisah saudagar VOC Cornelis Chastelein yang menjadikan Depok sebagai daerah otonom sejak 1714. Daerah otonom yang dikenal Het Gemeente Bestuur Van Het Particuliere Land Depok juga melakukan Pemilu dan miliki kepala negara.

Saat proklamasi 17 Agustus 1945, pemerintah Depok enggan mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia yang dikumandangkan Soekarno-Hatta. Dekatnya jarak Jakarta-Depok tak ayal menjadikan kota ini langsung diserbu pejuang kemerdekaan.

(Baca juga: Komando Operasi Merapi, Aksi Sarwo Edhie Tumpas Perwira Pro PKI)

Dalam waktu singkat, Depok takluk di bawah todongan. Orang Depok dipaksa mengibarkan Merah Putih, tak sedikit korban berjatuhan karena membangkang.

Namun, peristiwa ini tak berlangsung lama karena Netherlands-Indies Civiele Administration (NICA) kembali berhasil menguasai Depok dengan menggandeng sekutu.

Pertempuran meletus, pejuang Indonesia berhasil dipukul mundur. Tapi, mereka tak patah arang dan kembali datang pada 16 November 1945 setelah menyusun kekuatan untuk kembali merebut Depok.

Banyak pejuang yang gugur dalam serangan dengan sandi Serangan Kilat itu, termasuk pimpinan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) Margonda. Dia gugur di kawasan Pancoran Mas, Kali Bata, Depok, setelah hendak melempar granat ke musuh.

Ahli Kimia dan Penerbang

Kini Margonda dikenal sebagai nama jalan utama di Kota Depok. Padahal, semasa hidupnya, Margonda juga dikenal sebagai ahli kimia dan penerbang.

Margonda pernah mengikuti Analysten Cursus yang diadakan Indonesiche Chemische Vereniging—sekarang dikenal sebagai Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor.

Dia juga pernah ikut kursus penerbangan di Luchtvaart Afdeeling jelang kekalahan Belanda dalam pendudukan Jepang. Kursus penerbangan ini juga pernah diikuti pendiri Angkatan Udara Agustinus Adisutjipto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini