Share

Misteri Pertemuan di Presidential Suite Hotel Aston Rasuna

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Sabtu 06 Februari 2021 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 337 2357630 misteri-pertemuan-di-presidential-suite-hotel-aston-rasuna-jMnf985cvS.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA – Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan, upaya makar ini terendus sebulan lalu setelah petinggi partai mencurigai pergerakan di beberapa kader demokrat. Kala itu Partai masih mengganggap pergerakan mereka hanya pergerakan internal biasa.

(Baca juga: Gaduh Kudeta Menggoyang Pangeran Cikeas)

“Pada setiap pengurusan dinamika internal itu biasa dan kami bisa selesaikan. Tentu dengan berbagai titik tengah yang bisa diselesaikan dengan seluruh kader yang ada," ujarnya.

Baru menjelang akhir Januari, beberapa kader dari Kalsel bertemu dengan sejumlah petinggi Partai dan pihak eksternal. Pernyataan pengambilalihan atau kudeta kepemimpinan Demokrat kian mencuat. Sembilan kader DPC Kalsel menginformasi upaya itu ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) lalu menegaskan pernyataan melalui berita acara.

(Baca juga: Punya Kenangan Mendalam, SBY: Selamat Jalan Fiz)

Ada pihak eksternal yang ikut dalam pertemuan menjadi keseriusan Partai mengungkap pertemuan itu. Dengan sembunyi, AHY, lanjut Hero, mengkonsolidasikan seluruh kader Partai Demokrat baik di tingkat pusat, DPD, maupun DPC. Mereka semua menyatakan soliditasnya 100 persen kepada kepemimpinan AHY dan tak percaya dengan sejumlah petinggi partai yang mencoba merusak harmonis Partai.

"Seluruh tingkatan baik di DPP, DPD, maupun DPC solid dan menyatakan kesetiaan kebulatan tekad untuk tetap bersama dengan kepemimpinan mas AHY sebagai ketua umum partai demokrat," ucapnya.

Dari pengaduan dan kesaksian tersebut, Hero menambahkan, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai menelusuri dan merangkumnya menjadi sebuah dokumen bukti-bukti upaya pengambilalihan paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

Pernyataan Hero diamini politisi Demokrat, Rachlan Nashidik yang cuitannya di akun twitternya, @RachlanNashidik. Ia menyebut Moeldoko lah yang mengundang kader demokrat di hotel Aston.

"Jangan bohong. Pertemuan itu bukan di kediaman tapi di hotel Aston Rasuna lantai 28, Rabu tanggal 27 Januari 2021 Pkl. 21.00. Anda datang ke situ, bukan mereka mendarangi Anda," tambah Rachland.

Surati Presiden

Terhadap upaya makar ini,  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat dikonpres mengakui telah menyurati langsung Presiden Jokowi. Alasannya, karena dirinya yakin Menteri dan pejabat penting di pemerintahan Jokowi ikut andil dan mendukung rencana kudeta paksa itu.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menjelaskan alasan AHY menyurati Jokowi. Karena telah ada kesepakatan antara AHY dan Jokowi untuk menjaga hubungan dan komunikasi dengan baik. Demokrat tidak ingin isu ini dianggap sebagai pertarungan antara AHY dengan Jokowi atau istana.

"Proses pengiriman surat Ketua Umum (AHY) kepada Bapak Presiden, merupakan buah dari komitmen dan kesepakatan antara kedua belah pihak, untuk saling menjaga hubungan baik dan komunikasi yang lancar," ujar Herzaky melalui keterangan resminya.

Selain itu, surat itu juga menjadi teguran keras terhadap Moeldoko. Dengan demikian, tidak ada lagi orang orang dilingkungan pemerintah Pusat yang gemar mencatut nama presiden dalam upaya makar, mengadu domba, hingga membelokkan fakta.

Sementar mengenai ucapan AHY adanya sejumlah menteri yang merustui Moeldoko dibantah langsung oleh Menkopolhukam Mahfud MD melalui akun twitternya, @mohmahfudmd. Ia membantah tudingan itu disebutnya sebagai isu aneh.

“Ada isu aneh, dikabarkan bbrapa menteri, trmsk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah sy tak prnh berbicara itu dgn Pak Moeldoko maupun dgn orang lain. Terpikir sj tdk, apalagi merestui,” kata Mahfud dalam cuitannya.

Selain itu, dalam era demokrasi yang terbuka dan dikontrol masyarakat seperti saat ini. Partai Demokrat yang merupakan partai besar akan sulit dikudeta.

“Jabatan menko tentu tak bs digunakan dan pasti tdk laku untuk memberi restu. Yg penting internal PD sendiri solid,” kata Mahfud menanggapi isu pencatatutan dirinya.

Hal sama diungkapkan Jokowi melalui Mensesneg, Pratikno.Ia mengakui telah menerima surat itu. Surat sendiri diantar langsung Sekjend Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsa.

Dalam keterangannya di youtube sekretariat Presiden, Pratikno menyatakan bila istana merasa tak perlu membalas surat yang dikirimkan AHY. Pasalnya, apa yang terjadi merupakan bagian dari dinamika partai dan urusan internal Partai Demokrat. Presiden sendiri memilih enggan mencampurinya.

"Kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut, karena itu adalah perihal dinamika internal partai, itu adalah perihal perihal rumah tangga internal Partai Demokrat yang semuanya kan sudah diatur dalam AD/ART," terang Mensesneg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini