Rektor Paramadina Firmanzah Meninggal Diduga karena Vertigo

Ferdi Rantung, Sindonews · Sabtu 06 Februari 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 337 2357519 rektor-paramadina-firmanzah-meninggal-diduga-karena-vertigo-N9Xm3GtQVP.jpg Almarhum Firmanza Rektor Universitas Paramadina.(Foto: Ist)

JAKARTA - Ekonom dari Universitas Indonesia Firmanzah meninggal dunia, Sabtu (6/2/2021). Almarhum diduga menderita penyakit vertigo.

Vertigo adalah sensasi berputar di dalam atau di luar kepala yang tiba-tiba, seringkali dipicu karena menggerakkan kepala terlalu cepat.

Vertigo dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit, contohnya meliputi berputar dalam lingkaran atau efek samping obat.

Pria asal Kota Pahlawan, Surabaya, ini terkenal ketika di usia 32 tahunn berhasil menjadi dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada periode 2009-2013. Sebagai akademisi, terpilihnya Fiz panggilan akrabnya, sebagai dekan menerobos senioritas dalam tubuh Universitas Indonesia.

Baca Juga: Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah Wafat

Ia berhasil mengungguli Prof. Sidarta Utama Ph. D., CFA dan Arindra A. Zainal Ph. D. Saingan yang jauh lebih tua dan memiliki pengalaman yang cukup mumpuni di bidangnnya masing-masing.

Laki laki yang lahir 7 Juli 1976 ini dikenal juga sebagai Profesor termuda. Beliau di angkat sebagai profesor di Universitas Indonesia pada umur 34 tahun. Umur yang sangat muda sekali.

Baca Juga: Firmanzah Meninggal Dunia, Eks Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi

Selain beraktivitas menjadi dekan, Fiz juga aktif dalam seminar-seminar baik dalam negeri maupun luar negeri. Ia juga aktif menulis baik buku maupun jurnal. Lebih dari 20 jurnal telah ia terbitkan dan beberapa buku juga telah ia tulis.

Pada 15 Januari 2015, ia terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2014-2018, menggantikan Anies Baswedan yang terpilih sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

 Profesor Firmanza tidak hanya bergelut di dunia akademis di kampus namun juga ikut membantu pembangunan Indonesia melalui pemerintah. Terakhir beliau ditunjuk Bapak Presiden SBY untuk menjadi Staf Khususnya bidang Ekonomi. Jabatan ini akan berhenti ketika masa jabatan presiden yang mengangkatnya habis.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini