Soal Kudeta, jika AHY Diam Posisinya sebagai Ketum Demokrat Bakal Terdongkel

Riezky Maulana, iNews · Minggu 07 Februari 2021 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 337 2357429 soal-kudeta-jika-ahy-diam-posisinya-sebagai-ketum-demokrat-bakal-terdongkel-ce7FsH4Hej.jpg Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai langkah Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengumumkan secara terbuka tentang adanya upaya kudeta terhadap kepemimpinannya sudah tepat. Selain itu, ketepatan juga disampaikan Ujang saat pria dengan sapaan AHY itu menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, jika hal itu tidak disampaikan, maka bisa saja dalam waktu dekat ini kepemimpinan Demokrat akan dapat diambil alih.

"Justru itu strategi yang bagus dari AHY, dengan menyurati Jokowi dan berteriak ke publik. Karena jika kedua hal tersebut tak dilakukan, paling lama bulan ini jabatan dia didongkel dari Ketum Demokrat. Jadi jika diam saja, tak melempar soal rencana kudeta ke publik, maka hilang itu jabatan ketum," katanya saat dihubungi Sabtu (6/2/2021).

Baca Juga:  Demokrat Sebut Moeldoko Sudah Gelontorkan Dana "Operasi Kudeta"

Ujang menjabarkan, hal yang sama pernah terjadi pada Partai Berkarya pimpinan Tommy Soeharto saat diambil alih oleh kelompok Muchdi Pr. Menurutnya, pihak-pihak internal Partai Berkarya sempat tidak percaya bahwa kudeta kepemimpinan partai tersebut akan terjadi.

Namun, saat muncul gerakan KLB dadakan, yang kemudian dilanjutkan dengan mendapatkan legalisasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) barulah kader bereaksi. Hal itu lah, kata Ujang, yang bisa menimpa Partai Demokrat andai saja AHY tidak bergerak cepat.

"Ini berkaca pada Partai Berkarya milik Tommy Soeharto diambil alih secara diam-diam dan tak ramai. Hanya dalam dua minggu Kemenkumham mengesahkan kepengurusan baru Partai Berkarya hasil kudeta. Diam berarti kehilangan jabatan sebagai ketum Demokrat dan oleh karena itu, teriak ke publik," ucapnya.

Dia mengatakan, ruang publik yang menjadi gaduh diakibatkan tengah ada dua kubu besar yang bertarung, yakni kubu AHY dkk dan kubu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. "Kubu AHY sedang melakukan perlawan atas intervensi kekuasan dan kubu Meoldoko juga sama," tuturnya.

Baca Juga:  Isu Kudeta Demokrat, Andi Arief: KSP Moeldoko Sudah Ditegur Pak Jokowi

Sekadar informasi, polemik ini berawal ketika AHY menggelar konferensi pers pada Senin, 1 Februari lalu. Ealam konpersnya, AHY mengungkapkan ada upaya dari pejabat di lingkar kekuasaan Presiden Jokowi yang hendak menggoyang kepemimpinannya di Partai Demokrat.

Sementara itu, nama yang diduga merencanakan kudeta teraebut, Moeldoko membantah adanya keterlibatan pihak istana terkait isu kudeta Partai Demokrat. Menurut Moeldoko, isu tersebut murni tentang dirinya dan tidak ada kaitannya dengan Istana maupun Presiden Jokowi.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini