Soal Kasus Kudeta, Demokrat Singgung Peristiwa Lengsernya Megawati Soekarnoputri

Felldy Utama, iNews · Jum'at 05 Februari 2021 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 337 2357369 soal-kasus-kudeta-demokrat-singgung-peristiwa-lengsernya-megawati-soekarnoputri-4xsCoDoXf0.jpg Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Foto : DPP PDI Perjuangan)

JAKARTA - Partai Demokrat menyinggung kasus lengsernya Megawati Soekarnoputri dalam gerakan pengambil-alihan kepemimpinan partai berlambang Mercy itu yang disebut ada campur tangan pihak eskternal.

Baca juga: Demokrat: Jika Moeldoko Dibiarkan, Bakal Jadi Efek Domino ke Pejabat Berambisi Serupa

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sebuah gerakan pengambil-alihan kepemimpinan ini bukanlah urusan internal semata. Dia menyebut, hal serupa pernah terjadi sebelumnya.

"Ada dalam sejarah di negeri kita ini. Pada tanggal 22 Juni 1996 dilaksanakan Kongres Luar Biasa Partai Demokrasi Indonesia (KLB PDI) di Medan, yang berhasil menurunkan dan mengganti Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai pimpinan PDI," kata Harsya dalam keterangannya, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Isu Kudeta Demokrat, Andi Arief: KSP Moeldoko Sudah Ditegur Pak Jokowi

Dalam KLB tersebut, dia memandang bukan hanya permasalahan internal PDI atau konflik antara kubu Megawati dan kubu Soerjadi saja. Akan tetapi, ada campur tangan dan pelibatan pihak eksternal.

"Dalam hal ini elemen pemerintah," tegasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Demokrat AHY menyebut ada pejabat pemerintahan yang terlibat dalam upaya pengambilalihan paksa kursi yang didudukinya. Tak tanggung-tanggung, AHY menyebut orang itu berada di lingkaran dekat Presiden Jokowi. AHY pun mengirimkan surat resmi kepada Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi hal ini. Kendati Jokowi tak membalas surat tersebut.

Selain pihak eksternal, ada pula pihak internal yang terlibat dalam gerakan ini. Mereka terdiri atas kader Demokrat aktif, kader tidak aktif, kader yang sudah diberhentikan, dan kader yang keluar dari Demokrat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini