Isu Kudeta Demokrat, Andi Arief: KSP Moeldoko Sudah Ditegur Pak Jokowi

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 05 Februari 2021 21:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 337 2357366 isu-kudeta-demokrat-andi-arief-ksp-moeldoko-sudah-ditegur-pak-jokowi-iSvWZCNUIB.jpg Moeldoko (Foto: okezone)

JAKARTA - Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Andi Arief menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sudah ditegur Presiden Joko Widodo (Jokowi). Andi Arief menyebut teguran tersebut terkait dugaan upaya kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat.

"KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat," cuit Andi Arief melalui akun Twitter-nya, @Andiarief_, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga: Demokrat: Jika Moeldoko Dibiarkan, Bakal Jadi Efek Domino ke Pejabat Berambisi Serupa

Moeldoko merupakan sosok yang dituding ingin mengkudeta AHY di Demokrat. Namun, Moeldoko telah membantahnya, meski tak memungkiri melakukan pertemuan dengan kader Demokrat.  

Selain itu, Andi Arief mengatakan, bahwa pihaknya memaklumi bila ada sejumlah senior partai yang merasa kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda seperti AHY.

"Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda (AHY), kami maklumi. Itu sisa sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik," imbuhnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Demokrat AHY menyebut ada pejabat pemerintahan yang terlibat dalam upaya pengambilalihan paksa kursi yang didudukinya. Tak tanggung-tanggung, AHY menyebut orang itu berada di lingkaran dekat Presiden Jokowi. AHY pun mengirimkan surat resmi kepada Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi hal ini. Kendati Jokowi tak membalas surat tersebut.

Baca Juga: Jokowi Tak Balas Surat AHY Terkait Kudeta, Demokrat: Menyisakan Teka-teki

Selain pihak eksternal, ada pula pihak internal yang terlibat dalam gerakan ini. Mereka terdiri atas kader Demokrat aktif, kader tidak aktif, kader yang sudah diberhentikan, dan kader yang keluar dari Demokrat.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini