Kepala BNPT Beberkan Penyebab Anak Muda Paling Potensial Terpapar Paham Radikalisme

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 05 Februari 2021 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 337 2357313 kepala-bnpt-beberkan-penyebab-anak-muda-paling-potensial-terpapar-paham-radikalisme-zcZzSOwhzn.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar menyatakan, bahwa anak muda adalah kalangan yang paling potensial terpapar paham radikalisme. Sebab, generasi muda adalah kelompok produktif yang memiliki idealisme tinggi.

Demikian diungkapkan Boy Rafli Amar saat jumpa pers sekaligus sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme (RAN-PE) yang digelar secara daring.

"Sangat jelas fakta-fakta pengaruh paham radikalisme intoleran yang menyasar ke berbagai kelompok masyarakat. Khususnya generasi muda," kata Boy Rafli Amar lewat akun Youtube milik Humas BNPT, Jumat (5/2/2021).

Baca juga:  Kepala BNPT Sebut Anak Muda Banyak Masuk Dalam Pusaran Terorisme

"Karena dia tahu anak muda adalah kelompok potensial, dan kelompok produktif yang punya idealisme tinggi dan kemudian dia yakin, ketika diberikan pemahaman-pemahaman kemudian menjadi sangat berubah cara berpikirnya secara ekstrem," sambungnya.

Baca juga:  Kepala BNPT Ungkap 2.000 Masyarakat Indonesia Terjerat Kasus Terorisme

Boy juga mengingatkan, bahwa paham radikalisme bukan hanya menyebar di Indonesia saja, melainkan, masif di seluruh dunia. Ia meminta agar seluruh lapisan masyarakat sama-sama mewaspadai ancaman nyata paham radikalisme yang berpotensi menimbulkan aksi terorisme.

"Hari ini kita melihat ancaman terorisme adalah ancaman nyata dan dia bisa terjadi dimana saja dan bisa menjadikan pihak siapa saja yang menjadi korban dan bisa menjadikan masyarakat jadi bagian dari kejahatan itu Jadi kalau tidak sadar masyarakat bisa masuk ke dalam pengaruh dan kemudian tidak sadar ikut dalam kejahatan terorisme," beber Boy.

Menurut Boy, paham radikalisme yang sudah masif ini telah mengorbankan banyak nyawa masyarakat Indonesia. Baik mereka yang menjadi pelaku, ataupun korban tindak kejahatan terorisme.

"Karena radikalisasi mengubah alam pikiran orang. Bahkan melegalkan cara-cara kekerasan di dalam melakukan aktivitas upaya pencapaian tujuan. Ketika dia yakini pemahaman dan keyakinannya dan dia ingin capai tujuan itu maka tidak bisa menggunakan cara-cara yang damai," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini