Kepala BNPT Sebut Anak Muda Banyak Masuk Dalam Pusaran Terorisme

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 05 Februari 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 337 2357202 kepala-bnpt-sebut-anak-muda-banyak-masuk-dalam-pusaran-terorisme-yRzCt7QmBN.jpg Kepala BNPT Boy Rafli Amar (Foto : Sindo)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar meminta agar seluruh lapisan masyarakat mewaspadai gerakan radikalisme. Sebab, kata Boy, paham radikalisme yang berujung pada aksi terorisme sudah menyasar ke kalangan anak-anak muda.

Demikian diungkapkan Boy Rafli Amar saat jumpa pers sekaligus sosialisasi Peraturan Presiden (Presiden) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrisme (RAN-PE) yang digelar secara daring.

"Sudah banyak anak-anak muda kita terjerat dalam hukum tindak pidana terorisme," kata Boy Rafli Amar lewat akun Youtube milik Humas BNPT, Jumat (5/2/2021).

Baca juga:  Kepala BNPT Ungkap 2.000 Masyarakat Indonesia Terjerat Kasus Terorisme

Lebih lanjut, Boy juga menyinggung soal kelompok-kelompok yang telah dilarang oleh pemerintah dan perlu diwaspadai. Kelompok itu, diantaranya yakni, Jamaah Islamiyah, Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), serta Jamaah Ansharut Daulah (JAD)

"Dan beberapa lagi yang pernah tercatat sebagai kelompok-kelompk kekerasan yang mengarah terorisme ini, harus berhadapan dengan hukum," imbuhnya.

Baca juga:  Eks Pimpinan FPI Sulsel Bantah Pernyataan Terduga Teroris Makassar soal Baiat ke ISIS

Boy sengaja mengingatkan bahaya radikalisme di Indonesia tersebut. Sebab, ia enggan adalagi masyarakat Indonesia yang terjerat kasus terorisme. Apalagi, ditekankan dia, ada anak-anak Indonesia yang menjadi pelaku bom bunuh diri.

"Kita tidak ingin adalagi yang berangkat ke Irak dan Suriah, kita tidak ingin adalagi yang dipenjara karena urusan terorisme, kita tidak ingin adalagi anak-anak Indonesia menjadi pelaku bom bunuh diri, karena pengaruh mau menjadikan dirinya pelaku bom bunuh diri," jelas Boy.

"Jadi Perpres ini lebih berbicara kepada preventif dan preentif dalam bekerjasama dengan semua pihak. membangkitkan sikap resisten terhadap radikalisasi," pungkasnya. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini