Ini Desain Pilkada Jika Serentak Digelar 2026

Felldy Utama, iNews · Jum'at 05 Februari 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 337 2357051 ini-desain-pilkada-jika-serentak-digelar-2026-1iK62CeKoB.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menjelaskan desain atau pola yang akan terjadi apabila pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dilakukan di tahun 2026. Dia menyebut, dalam desain ini akan ada masa perpanjangan jabatan.

"Desain Pemilu Daerah Serentak 2026 yaitu untuk memilih kepala daerah prov/kab/kota serentak (bersamaan) dengan pemilu anggota DPRD prov/kab/kota," kata Hasyim dalam keterangannya, Jumat (5/2/2021).

Untuk desain Pemilihan kepala daerah, dia menjelaskan, Kepala daerah hasil pilkada 2017, 2018 dan 2020 yang masa jabatan habis 5 tahun berikutnya, dalam hal ini tahun 2022, 2023, 2024, masa jabatannya diperpanjang sampai dengan dilantiknya kepala daerah hasil pemilu daerah serentak 2026.

Kedua, untuk anggota DPRD Prov/Kab/Kota hasil pemilu 2019 yang masa jabatan habis 5 tahun berikutnya, yakni tahun 2024, masa jabatan diperpanjang sampai dengan dilantiknya anggota DPRD provinsi/ kabupaten/ kota hasil pemilu daerah serentak 2026.

Baca Juga : KPU Usul Pilkada Serentak Digelar pada 2026

Baca Juga : Wacana Lockdown Akhir Pekan, Fraksi PKS Minta Pemprov DKI Sosialiasi dan Siapkan Matang

"Desain kerentakan pemilu daerah serentak 2026 sebagai bentuk win win solusion, membuat happy dan nyaman banyak pihak (kepala daerah definit dan anggota DPRD) dengan perpanjangan masa jabatan sampai dengan 2026, serta tidak perlu menyediakan Penjabat atau Plt Kepala Daerah untuk durasi waktu yang panjang," ujarnya.

"Selain itu desain pemilu daerah serentak 2026 juga dalam rangka penataan keserentakan masa jabatan 5 tahunan kepala daerah dan anggota DPRD," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini