Share

Eks Pimpinan FPI Sulsel Bantah Pernyataan Terduga Teroris Makassar soal Baiat ke ISIS

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 05 Februari 2021 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 337 2356781 eks-pimpinan-fpi-sulsel-bantah-pernyataan-terduga-teroris-makassar-soal-baiat-ke-isis-qXRzua6F1t.jpg Terduga teroris yang ditangkap di Makassar dibawa ke Jakarta. (Okezone)

JAKARTA - Mantan pimpinan DPD Front Pembela Islam Sulawesi Selatan (FPI Sulsel), Habib Muchsin Al-Habsyi membantah pernyataan Ahmad Aulia, salah seorang terduga terorisme yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Kota Makassar.

Ahmad Aulia merupakan satu dari 19 terduga teroris yang ditangkap di Makassar dan dibawa ke Jakarta, kemarin 4 Februari. Dalam tayangan video yang beredar, Ahmad Aulia ditangkap lantaran berbaiat kepada kelompok ISIS. Polisi menyebut, mereka adalah anggota FPI.

"Membantah keras pernyataan saudara AA yang menyatakan pernah terjadi Baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas Markaz Daerah Laskar FPI (Jalan Sungai Limboto Makassar). Adapun acara yang dilaksanakan saat itu adalah Diskusi Umum terkait Kondisi Perpolitikan Dunia Secara Global yang dihadiri oleh 3 orang narasumber, yaitu Munarman, Ustadz M Basri (almarhum) , Ustadz Fauzan (almarhum)," kata Muchsin dalam keterangan yang diberikan oleh Pengacara FPI Aziz Yanuar kepada MNC Media, Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Menurut Muchsin, Ahmad Aulia tidak pernah terdaftar sebagai anggota atau Laskar Front Pembela Islam (FPI) Makassar maupun di kota/kabupaten lainnya yang ada di Sulawesi Selatan.

"Bahwa yang bersangkutan pernah ikut kegiatan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) Makassar maka tidak secara otomatis saudara AA menjadi anggota Front Pembela Islam (FPI)," ujarnya.

Baca Juga : 26 Terduga Teroris yang Dibawa ke Jakarta Ditahan di Rutan Khusus Cikeas

Menurutnya, kehadiran Munarman, dari Jakarta adalah sebagai Narasumber yang diundang dan tidak ada kaitannya dengan issue ISIS apalagi dikaitkan dengan baiat seperti yang dinyatakan oleh saudara Ahmad Aulia.

Sebelumnya, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, 19 orang tersebut tidak hanya merencanakan aksi bom bunuh diri, kelompok ini juga berencana melakukan aksi yang dapat mengganggu kamtibmas lainnya.

Baca Juga : 19 Anggota FPI Diduga Calon "Pengantin" Bom Gereja, Ini Reaksi Pengacara Habib Rizieq

"Kelompok ini juga memiliki rencana kegiatan yang mengganggu kamtibmas dengan melakukan aksi bom bunuh diri," kata Rusdi terpisah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini