560 Tahun Tak Gempa, Peneliti LIPI: Waspada Sesar Lembang di Batas Siklus Akhir

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 04 Februari 2021 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 337 2356709 560-tahun-tak-gempa-peneliti-lipi-waspada-sesar-lembang-di-batas-siklus-akhir-sFVQAbewmB.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BANDUNG - Sesar Lembang diprediksi berada pada fase batas akhir siklus terjadinya gempa bumi. Sesar sepanjang 29 kilometer dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, ini diprediksi telah tidur selama 560 tahun.

Peneliti Geoteknologi LIPI Mudrik R Daryono mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukannya, pihaknya mencatat Sesar Lembang pernah aktif atau gempa besar pada tahun 1.450 masehi. Prediksi ini didasarkan pada uji paritan di Lembang. Angka ini juga menepis bahwa Sesar Lembang pernah gempa besar pada tahun 1.600 Masehi.

"Dari uji paritan, kami mendapatkan bukti bahwa sesar Lembang pernah melepaskan energiinya pada tahun 1.450 an," kata Mudrik pada Ngobrol Santuy Online Sesar Lembang, Kamis (4/2/2021).

Berdasarkan hitungan itu, pihaknya menemukan bahwa Sesar Lembang memilki siklus gempa antara 170 hingga 670 tahun. Bila ditarik pada tahun ini, maka Sesar Lembang belum melepaskan energinya selama 560 tahun.

Baca Juga: Heboh Gempa Dahsyat Sesar Lembang, Ini Penjelasan BMKG

"Artinya, sesar Lembang diperkirakan berada di siklus akhir gempa bumi atau berada di fase gempa bumi. Kapan kejadiannya, tidak ada yang tahu, bisa besok atau 100 tahun lagi," ujarnya.

Dari penelitian itu juga, kata dia, LIPI memprediksi bila Sesar Lembang melepaskan energinya, diperkirakan bisa menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo antara 6,5 sampai 7 SR.

Mudrik menuturkan, gempa memiliki fase, ketika sesar pernah gempa, maka dia akan terjadi lagi. Selama tidak ada gempa, artinya sesar sedang mengumpulkan energi. Kapan, semua tergantung dari kecepatan dia bergeser.

Sementara itu, menurut pemerhati sesar yang juga penasehat Bandung Mitigasi Hub Heri Andreas, pembahasan Sesar Lembang hingga saat ini belum ada kepastian. Karena, ada beberapa mahzab (pandangan) atas sesar yang dihadang gadang bisa meluluhlantakkan Bandung.

"Ada mahzab yang menyebut, Sesar Lembang dibentuk dari Gunung Sunda dan sudah meletus. Jadi sesar Lembang sudah selesai. Ada juga yang menyebut pernah gempa pada tahun 1.600. Tapi dicatatan tidak Ada bencana heboh pada tahun itu. Karena VOC sudah Ada. Bupati Bandung juga sudah ada," tutur Mudrik.

Karenanya, dia mendorong agar penelitian atas sesar perlu dilakukan secara komprehensif dan butuh waktu lama. Selama ini, penelitian hanya 2 hingga 3 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini