5 Fakta Mencengangkan Penangkapan 19 Anggota FPI Terduga Terorisme

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 04 Februari 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 337 2356578 5-fakta-mencengangkan-penangkapan-19-anggota-fpi-terduga-terorisme-r9dQ9gl97O.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah telah membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Namun, polemik dari ormas yang miliki Imam Besar Habib Rizieq Shihab masih terus lanjut.

(Baca juga: Terungkap! Anggota FPI yang Diciduk Densus 88 Diduga Ingin Bom Gereja)

Terbaru, Mabes Polri menangkap 19 anggota FPI dalam kasus dugaan terorisme di Makassar dan Gorontalo. Okezone merangkum lima fakta terkait penangkapan anggota FPI dalam kasus terorisme tersebut. Berikut ini rinciannya:

1. 19 Anggota FPI Terlibat Jaringan ISIS

Densus 88 Mabes Polri menangkap 26 terduga teroris di Makassar dan Gorontalo. Dari jumlah itu, 19 terduga teroris tersebut merupakan anggota FPI.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, rombongan teroris itu ditangkap di sejumlah tempat di wilayah Makassar dan Gorontalo, Sulawesi Selatan.

"Totalnya ada 26 tersangka terorisme. Tujuh dari Gorontalo dan 19 orang dari Makassar. Tiga diantaranya wanita," kata dia, di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (4/2/2021) siang.

Masih kata Rusdi, ke-19 terduga teroris yang ditangkap di wilayah Makassar, merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan semuanya terlibat dalam jaringan teroris ISIS.

2. Gandeng Densus 88, Polisi Periksa 92 Rekening FPI

Setelah dibubarkan, Bareskrim Polri menggandeng Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, dalam gelar perkara terkait dengan adanya dugaan melawan hukum aktivitas rekening milik Front Pembela Islam (FPI). PPATK juga diajak dalam kegiatan tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan penyidik Bareskrim mengajak Densus 88 lantaran untuk mendalami segala kemungkinan yang terjadi.

"Tentunya Polri melihat segala kemungkinan. Ketika rapat yang dihadri oleh personil dari Bareskrim Polri dan juga personel dari Densus 88. Mengapa dilibatkan, Polri ingin melihat segala kemungkinan yang dikaitkan dengan transaksi dari Rekening organisasi FPI," kata Rusdi dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa 2 Februari 2021.

Sekadar diketahui, Detasemen berlambang burung hantu itu merupakan satuan khusus Polri yang dilatih untuk menanggulangi dan menangani ancaman tindak pidana terorisme.

Sementara itu, Rusdi menyebut, gelar perkara soal rekening FPI ini merupakan upaya untuk menyamakan persepsi antara Polri dengan temuan PPATK terkait dugaan perbuatan melawan hukum tersebut.

"Dalam rangka menyamakan persepi tentang laporan hasil analisis PPATK terhadap beberapa rekening yang terkait dengan FPI. Telah dianalisis oleh PPATK sebanyak 92 rekening, ini terdiri dari pengurus pusat FPI, pengurus daerah, dan beberapa individu yang terkait dengan kegiatan FPI," ujar Rusdi.

3. 19 Terduga Teroris Rutin Ikuti Kegiatan FPI

Sebanyak 26 terduga teroris asal Sulawesi Selatan dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Teroris di Cikeas pada Kamis (4/2/2021), 3 di antaranya merupakan perempuan.

19 Terduga teroris tersebut diketahui rutin ikuti kegiatan FPI. Mereka telah mempersiapkan diri dengan pelatihan fisik, beladiri, memanah, melempar pisau, dan menembak dengan senapan angin

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, bahwa para teroris tersebut merupakan hasil dari operasi Densus 88 Anti-teror pada Rabu 6 Januari 2021 lalu.

4. Teroris Kelompok JAD

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, sebanyak 26 terduga teroris yang ditangkap di Makassar dan Gorontalo merupakan anggota dari Jamaah Ansor Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS.

Mereka mendapatkan pelatihan bela diri dan juga menembak dengan senapan api. Tak hanya itu, mereka juga mendapat pelatihan merakit bom yang akan digunakan untuk misi bunuh diri.

"Kelompok ini masuk dalam Jamaah Ansor Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS. Mereka mempersiapkan diri dengan pelatihan fisik, beladiri, memanah, melempar pisau, dan menembak dengan senapan angin," kata Rusdi.

 5. Dua Tewas Ditembak, Tiga Terduga Teroris Perempuan

Densus 88 Antiteror melumpuhkan dua terduga teroris lantaran melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Kini jenazah keduanya pun langsung dimakamkan di Makassar.

Selain itu, tiga dari 26 terduga teroris tersebut di antaranya merupakan perempuan.

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, bahwa para teroris tersebut merupakan hasil dari operasi Densus 88 Anti-teror pada Rabu 6 Januari 2021. Sebanyak 19 teroris ditangkap di Kota Makassar, sementara 7 tersangka diamankan di Gorontalo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini