5 Fakta Penangkapan Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 04 Februari 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 337 2356282 5-fakta-penangkapan-pendiri-pasar-muamalah-zaim-saidi-L1icJnMNVs.jpg Pendiri Pasar Muamalah di Depok, Zaim Saidi.(Foto:Instagram)

JAKARTA - Publik dihebohkan dengan aktivitas Pasar Muamalah lantaran melakukan transaksi jual beli dengan dinar dan dirham. Pasar yang berada di Depok, Jawa Barat, itu pun memperbolehkan aktivitas jual beli dengan sistem barang tukar barang alias barter.

Mabes Polri langsung menangkap Pendiri Pasar Muamalah di Depok, Zaim Saidi. Dia ditangkap lantaran melakukan transaksi jual beli menggunakan mata uang selain rupiah dengan ancaman Pasal 9 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara. Kemudian Pasal 33 UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara satu tahun dan denda Rp200 juta.

Okezone merangkum 5 fakta soal penangkapan Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi:

1. Zaim Saidi Jadi Inisiator dan Pengatur Nilai Tukar Dinar-Dirham di Pasar Muamalah

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Zaim Saidi merupakan inisitor berdirinya Pasar Muamalah Depok. Dia juga merupakan pengatur nilai tukar uang dirham dan dinar di pasar tersebut.

Baca Juga: Lurah Tanah Baru Depok Sebut Pendiri Pasar Muamalah Tak Pernah Ajukan Izin Resmi

"Berperan sebagai inisiator dan penyedia lapak Pasar Muamalah sekaligus sebagai pengelola dan sebagai wakala induk, yaitu tempat menukarkan rupiah menjadi alat tukar dinar atau diham," kata Ahmad kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 3 Februari 2021.

Ramadhan mengatakan, atas perbuatannya Zaim terancam hukuman pidana penjara selama satu tahun dengan denda sebesar Rp200 juta.

2. Pesan Dinar-Dirham dari PT Antam

Tersangka Zaim Saidi yang merupakan pendiri Pasar Muamalah, Depok, Jawa Barat, diketahui memesan uang dinar dan dirham ke PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk.

"Dinar dan dirham yang digunakan tersebut dipesan dari PT. Antam yang dicetak dengan mencantumkan tulisan Kesultanan Bintan Darul Masyur Sultan Haji Husrin Hood, Amir Zaim Saidi Amirat Nusantara, Amir Tikwan Raya Siregar dengan harga sesuai acuan PT Antam," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Kantor Divisi Humas Polri.

Baca Juga: 2 Pasal Menjerat Zaim Saidi, Pendiri Pasar Muamalah yang Gunakan Dinar dan Dirham

Dinar yang digunakan di Pasar Muamalah adalah koin emas seberat 4,25 gram dan emas 22 karat. Sedangkan dirham yang digunakan adalah koin perak murni seberat 2,975 gram.

Zaim menentukan harga beli koin dinar dan dirham tersebut sesuai harga Antam. Namun, dia menambahkan 2,5 persen sebagai keuntungan.

3. Zaim Saidi Perbolehkan Koin Emas Pasar Muamalah Diberi Nama Caebong & Kampret

Pemilik Pasar Muamalah di Depok, Zaim Saidi telah menjelaskan kepada polisi terkait dinar dan dirham sebagai alat tukar di Pasar Muamalah merupakan satuan berat dari koin emas hingga koin perak yang digunakan di pasar.

"Jadi saya jelaskan bahwa dinar dan dirham di sini namanya juga bukan itu, adalah mengenai satuan berat. Kalau dalam berat namanya gram makanya dalam koin itu satu tulisannya koin emas dan koin perak. Kedua disebutkan dinar dan dirham tapi kan orang nggak ngerti," kata Zaim dikutip dari Youtube Maybi Prabowo 3, Rabu 3 Februari 2021.

Zaim memastikan, pihaknya tak memberikan nama apapun terhadap koin emas dan koin perak yang menjadi alat tukar di Pasar Muamalah. Kata dia, koin tersebut boleh saja diberi nama koin cebong maupun koin kampret.

"Jadi ini koin ini mau dikasih nama aja boleh, mau dikasih nama cemplon boleh, berapa cemplon boleh, mau dikasih nama kampret, nama cebong boleh. Jadi substansinya mau dikasih nama apa aja boleh karena berkaitan dengan emas dan perak," ujarnya

4. Punya 20 Muamalah, Zaim Saidi Klaim Ingin Hapuskan Kemiskinan

Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi menyebut, pihaknya memiliki 20 tempat pasar yang tersebar di berbagai lokasi. Dia mengklaim ingin menghapuskan kemiskinan dengan sistem jual beli yang menggunakan dinar dan dirham itu.

Zaim menejelaskan, ke-20 Pasar Muamalah itu akan bergantian buka sehingga ada pasar yang buka sepekan sekali, dua pekan sekali, hingga sebulan sekali.

"Itu tergantung masyarakat setempat dan ini adalah keinginan masyarakat itu sendiri yang bergantung punya kebebasan memilih. Maknanya dengan cara ini tidak akan orang miskin. kita tidak akan bergantung pada mata uang," kata Zaim dikutip dari Youtube Maybi Prabowo 3, Rabu 3 Februari 2021.

Menurut dia, sistem transaksi menggunakan mata uang telah memiskin masyarakat. Pasalnya, orang yang tidak memiliki uang tidak bisa melakukan jual beli. Di sisi lain, Pasar Muamalah memperbolehkan penjual dan pembelinya melakukan barang tukar barang (barter).

5. Zaim Saidi Tak Pernah Ajukan Izin Resmi

Pendiri Pasar Muamalah Depok, Zaim Saidi, tidak pernah mengajukan izin resmi kepada aparat terkait operasional pasar.

Lurah Tanah Baru Depok, Zakky Fauzan mengatakan, dirinya belum pernah menerima pengajuan izin operasional secara resmi kepada pemerintah dari Zaim Saidi. Pihaknya sudah menelusuri informasi praktik jual beli menggunakan koin dinar dan dirham di pasar tersebut.

"Memang ada indikasi transaksi secara muamalah di situ (Pasar Muamalah), dari hasil penelusuran Babinsa dan Bimaspol serta informasi dari lingkungan," kata Zakky Fauzan, Kamis (4/2/2021).

Dari penelusuran, pemberitaan dan publikasi tentang Pasar Muamalah sudah ada sejak tahun 2016. Pasar Muamalah beroperasi dua pekan sekali pada hari Minggu. Pasar yang berbentuk ruko itu buka mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini