Soal Pemukulan Petugas Rutan KPK, Begini Kronologinya versi Nurhadi

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 03 Februari 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 337 2355847 soal-pemukulan-petugas-rutan-kpk-begini-kronologinya-versi-nurhadi-VbDcItfWWy.jpg Nurhadi (Foto: Sindo)

JAKARTA - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi angkat bicara soal dugaan pemukulan terhadap petugas Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Nurhadi menyebut informasi yang beredar mengenai pemukulan tersebut keliru. Dirinya pun siap memberikan keterangan kepada pihak kepolisian terkait kasus yang dituduhkannya itu.

“Sejak kejadian hari Kamis, 28 Januari 2021 sampai saat ini, saya belum pernah dimintai keterangan baik oleh KPK, Kepala Rutan Salemba cabang KPK maupun Kepolisian. Namun demikian, sudah dilakukan pemberitaan di media secara masif yang menyatakan saya menganiaya atau memukul petugas Rutan KPK,” kata Nurhadi melalui tim kuasa hukumnya pada Rabu, (3/2/2021).

Baca Juga: Sidang Nurhadi dan Menantunya Kembali Ditunda Pekan Depan

Nurhadi menjelaskan, faktanya tidak pernah ada rencana renovasi kamar mandi, tapi kamar mandi malah akan ditutup dan disegel secara permanen. Karena ditemukan satu buah power bank pada tabung exhaust fan saat dilakukan pembuatan instalasi AC baru oleh teknisi pada Rabu, 27 Januari 2021.

“Sehingga, pemberitaan mengenai renovasi kamar mandi selama ini adalah keliru atau hoax. Tidak pernah ada sosialisasi renovasi kamar mandi kepada para tahanan di Rutan C-1. Sehingga, pemberitaan mengenai adanya sosialisasi terhadap renovasi kamar mandi selama ini adalah keliru atau hoax,” ujarnya.

Menurut dia, duduk perkaranya ketika petugas Rutan KPK mendatangi penghuni Rutan C-1 untuk menjelaskan akan ditutup atau disegelnya kamar mandi karena ditemukan power bank. Namun, tujuh orang penghuni Rutan C-1 keberatan dan menolak rencana penutupan kamar mandi tersebut.

“Kami sampaikan kamar mandi isinya cuma ember untuk mencuci dan terpasang keran shower (pancuran) untuk mandi dan wudhu. Selama ini tidak pernah memiliki power bank, mungkin barang itu milik penghuni Rutan C-1 sebelumnya yang sudah silih berganti,” jelas dia.

Baca Juga: KPK Wanti-wanti Soal Pengadaan Alkes Pendukung Vaksinasi, Ini Rekomendasinya

Setelah terjadinya perdebatan, Nurhadi mengatakan petugas Rutan KPK mengeluarkan intonasi atau nada yang tinggi memprovokasi atau menantang dengan mempersilakan dirinya untuk memukul saksi pelapor Muniri (petugas Rutan KPK).

“Secara refleks, saya mengayunkan tangan kiri dalam posisi berdiri kepada Muniri. Saat itu, posisi Muniri dihadang/dihalang-halangi 2 petugas Rutan, yaitu Turitno dan Nasir. Tapi, ayunan tangan kiri saya sama sekali tidak mengenai bagian muka, apalagi bibir dari Muniri. Hal itu bisa dibuktikan keterangan para saksi di Rutan C-1,” ungkapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini