Dikaitkan Kudeta Demokrat, Yasonna: Menuduh ke Mana-mana seperti Jurus Mabuk

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 03 Februari 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 337 2355737 dikaitkan-kudeta-demokrat-yasonna-menuduh-ke-mana-mana-seperti-jurus-mabuk-bCo0bHMeTY.jpg Menkumham Yasonna Laoly (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly membantah tuduhan dirinya terlibat upaya kudeta Partai Demokrat. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan tidak tahu-menahu terkait hal tersebut. 

“Pertama saya mau klarifikasi. Kita tidak tahu menahu. Urusan kita banyak yang harus diurusin kok. Saya juga tadi ketemu Pak Mahfud, ini kenapa kita dituduhin seperti ini. Kita tidak pernah membicarakan itu,” katanya saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga:  Kilas Balik AHY, dari Tentara hingga Isu Kudeta Partai Demokrat

Dia mengatakan bahwa tuduhan tanpa bukti yang jelas membuat hal ini semakin liar. Dia meminta agar jangan menuduh orang secara sembarangan.

“Ini menjadi liar. Menuduh kemana-mana seperti jurus mabuk itu. Kecuali dia ada bukti yang jelas barulah ribut. Janganlah sembarangan menuduh orang. Jangan tuduh sana sini tidak berdasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan bahwa jika ada masalah di internal partai harusnya melakukan konsolidasi bukan melontarkan isu seperti itu.

“Kalau dia merasa ada masalah di partainya konsilidasilah internalnya bukan ribut kemana-mana. Seperti tidak berpengalaman saja. Konsolidasi saja. Jangan dibawa keluar-keluar seolah-olah pemerintah terlibat,”ungkkapnya.

Baca Juga:  AHY Surati Jokowi, Partai Demokrat Tidak Ingin Dianggap Melawan Istana

Yasonna mengungkapkan bahwa hall ini justru berdampak tidak baik bagi internal Partai Demokrat sendiri. Menurutnya, dengan menuduh semua orang akan menyebabkan kemarahan. Seperti diketahui tidak saja jajaran pemerintah tapi jajaran pengurus lama juga disebut akan mengambil alih Partai Demokrat.

“Kalau ada ketakutan kudeta ya konsolidasi partai. Ini justru bisa berdampak jelek. Bisa menimbulkan perkara karena semua orang dituduh jadi marahlah. Kalau secara sosiologi disebut self fulfilling prophecy. Ini sesuatu ekspektasi yang akhirnya benar-benar terjadi,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan bahwa kudeta tidak terjadi dari luar partai tapi internal. “Kudeta itu datangnya dari internal tidak datang dari luar,” pungkasnya.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini