Bupati Sabu Raiju NTT Terpilih Berstatus Warga AS, Ternyata Anaknya Sniper Tentara Amerika Serikat

INews.id, · Rabu 03 Februari 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 337 2355663 bupati-sabu-raiju-ntt-terpilih-berstatus-warga-as-ternyata-anaknya-sniper-tentara-amerika-serikat-sPiAXvoIdD.jpg Franklin D Riwu Kore, anak Orient P Riwu Kore bupati terpilih di NTT yang berwarganegara AS ternyata tentara AS.(Foto:Facebook)

JAKARTA - Orient P Riwu Kore, bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam sorotan. Pasalnya, Orient P Riwu Kore masih berstatus warga Amerika Serikat (AS).

Namun di balik kontroversi itu, ternyata Orient punya anak yang berprofesi sebagai sniper tentara AS. Dilansir dari sejumlah sumber, Franklin D Riwu Kore rupanya berprofesi sebagai sniper tentara Amerika Serikat.

Dalam akun Facebooknya, Franklin Riwukore mengunggah foto dirinya mengenakan seragam tentara AS lengkap dengan senjata laras panjang. Ada yang menuliskan asal Franklin, yakni Kabupaten Sabu.

Dalam keterangan Facebooknya, Franklin menuliskan tinggal di Colorado Springs dari dari La Mesa, California. Sementara akun Instagramnya, Franklin Riwukore terpantau dikunci.

Baca Juga: Berstatus WNA, Bupati Sabu Raijua Terpilih Terancam Diberhentikan Usai Dilantik

Perlu diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebutkan bupati terpilih Sabu Raijua Orient P Riwu Kore masih berstatus warga Amerika Serikat (AS). Kewarganegaraan Orient itu sudah dikonfirmasi kepada Kedutaan Besar (Kedubes) AS.

Baca Juga: Bupati Terpilih di NTT Berstatus Warga AS, Kemendagri Minta Polri Lakukan Pemeriksaan

"Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan mengiyakan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS," kata Ketua Bawaslu Sabu Raijua Yugi Tagi Huma, Selasa (3/2/2021).

Menurut Yugi, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Imigrasi di Kupang dan kantor Imigrasi pusat untuk mencari tahu soal dugaan bupati terpilih Sabu Raijua masih berkewarganegaraan AS.

Selain itu, Bawaslu Sabu Raijua juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk kemudian menanggapi masalah ini.

Yugi mengatakan, saat pilkada pihaknya sudah mengingatkan KPU Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukanlah berkewarganegaraan Indonesia.

"Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, tetapi akhirnya ditetapkan juga," ujarnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini