AHY Surati Jokowi, Partai Demokrat Tidak Ingin Dianggap Melawan Istana

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 03 Februari 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 337 2355525 ahy-surati-jokowi-partai-demokrat-tidak-ingin-dianggap-melawan-istana-frjcfeu8Ct.jpg Ketum Partai Demokrat AHY surati Presiden Jokowi soal ancaman kudeta posisi ketua umu.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah mengetahui kursi kepemimpinannya akan 'digoyang' oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Surat itu, dikirim AHY ke Jokowi pada Senin (1/2/2021).

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menjelaskan, alasan AHY langsung mengirimkan surat kepada Jokowi. Salah satunya, karena telah ada kesepakatan antara AHY dan Jokowi untuk menjaga hubungan dan komunikasi dengan baik. Demokrat tidak ingin isu ini dianggap sebagai pertarungan antara AHY dengan Jokowi atau istana.

"Proses pengiriman surat Ketua Umum (AHY) kepada Bapak Presiden, merupakan buah dari komitmen dan kesepakatan antara kedua belah pihak, untuk saling menjaga hubungan baik dan komunikasi yang lancar," ujar Herzaky melalui keterangan resminya, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga: Sindiran Nyelekit Demokrat untuk Moeldoko: Jika Mau Jadi Capres 2024 Bikin KTA Dulu

Herzaky memberikan sinyal, bahwa ada maksud sindiran keras untuk Moeldoko lewat surat yang dikirimkan AHY kepada Jokowi. Sebab, kata Herzaky, AHY dan Jokowi sudah punya komitmen. Di mana, komitmen itu dibentuk agar tidak ada oknum-oknum yang bisa mengadu domba AHY dengan Jokowi.

"Komitmen ini, dilakukan juga untuk menghentikan tindakan orang-orang yang gemar mencatut dan mengatasnamakan Bapak Presiden, maupun nama Ketua Umum Partai Demokrat, dengan tujuan yang tidak baik dan mengadu domba," beber Herzaky.

Baca Juga: Pendiri Demokrat: Dulu Kami Jemput SBY, dan Sekarang Moeldoko

"Jadi jangan dibelokkan, kok malah kita dianggap berhadapan dengan Istana," sambungnya.

Sekadar informasi, polemik ini berawal ketika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers pada Senin, 1 Februari 2021. Dalam konpers tersebut, AHY mengungkapkan ada upaya dari pejabat di lingkar kekuasaan Presiden Jokowi yang hendak menggoyang kepemimpinannya di Partai Demokrat.

Sementara itu, Moeldoko membantah adanya keterlibatan pihak istana terkait isu dirinya akan mengkudeta Partai Demokrat. Menurut Moeldoko, isu tersebut murni tentang dirinya dan tidak ada kaitannya dengan Istana maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini