Kejagung Tetapkan 8 Tersangka Asabri, KPK : Salut, Perkara Itu Corruption Big Scandal

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 02 Februari 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 337 2355024 kejagung-tetapkan-8-tersangka-asabri-kpk-salut-perkara-itu-corruption-big-scandal-AHXRx48YpN.jpg Wakil Ketua KPK Nawasi Pomolango (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah berhasil menetapkan delapan orang sebagai tersangka dugaan korupsi PT Asabri.

Menurut Nawawi, penetapan delapan tersangka tersebut dinilai tidak mudah, karena merupakan skandal besar.

"Salut dan respect atas kinerja Kejagung dalam menangani kasus Asabri dan Jiwasraya. Itu kerja yang luar biasa dan sangat tidak mudah. Perkara-perkara tersebut adalah corruption big scandal," ujar Nawawi kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga:  Kerugian Negara Kasus Korupsi PT Asabri Capai Rp23,7 Triliun

Nawawi menyebut, KPK harus banyak belajar dari Kejagung apalagi penanganan kasus dengan metode case building. Penanganan kasus tersebut dirasa masih kurang dilakukan oleh KPK.

"Kita malah harus belajar dari mereka model penanganan kasus-kasus seperti itu. Model penanganan kasus dengan methoda case building seperti itu hrus diakui 'masih begitu kurang' dilakukan olek KPK," kata Nawawi.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Kejagung menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri, Senin 1 Februari 2021. Dari delapan tersangka dua di antaranya mantan Dirut PT Asabri, Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Sonny Widjaja.

"Ada 8 yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Jakarta, Senin 1 Februari 2021.

Tersangka lain yang dijerat ialah BE selaku Mantan Direktur Keuangan PT Asabri; HS selaku Direktur PT Asabri; IWS selaku Kadiv Investasi PT Asabri; LP Dirut PT Prima Jaringan; BT dan HH.

Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, para tersangka langsung ditahan untuk 20 hari ke depan.

Akibat perbuatan tersebut, PT. Asabri diduga mengalami kerugian negara hingga Rp 23.739.936.916.742,58. Hal ini diketahui berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga:  Ini 8 Tersangka Korupsi PT Asabri, Ada Eks Dirut Adam Rachmat dan Sonny Widjaja

Atas ulahnya mereka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Serta melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini