Polri Terima Hasil Rekomendasi Komnas HAM Terkait Kasus Laskar FPI

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 02 Februari 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 337 2354938 polri-terima-hasil-rekomendasi-komnas-ham-terkait-kasus-laskar-fpi-65nLANimsk.jpg Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Foto: Riezky Maulana)

JAKARTA - Bareskrim Polri menyatakan sudah menerima hasil rekomendasi dari Komnas HAM terkait dengan kasus dugaan penyerangan Laskar Front Pembela Islam (FPI)kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek. 

"Hasil investigasi Komnas HAM baru diterima penyidik hari Jumat yang lalu (29/1)," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga: Bareng Densus 88 dan PPATK, Polri Gelar Perkara Kasus Rekening FPI

Setelah menerima rekomendasi itu, kata Andi, pihak Bareskrim akan mempelajari hal tersebut. Sekaligus, melakukan rapat dengan pihak terkait di internal Polri.

"Penyidik sedang mempelajari dan akan dilaksanakan rapat pembahasan besok antara penyidik dengan fungsi pengawasan internal," ujar Andi.

Menurut Andi, pihak penyidik nantinya yang akan menentukan bagaimana kelanjutan dari proses penyelidikan perkara tersebut.

"Mekanisme sepenuhnya tergantung penyidik, nanti mereka yang menganalisis dan menindaklanjuti," ucap Andi.

Baca Juga: Diduga Melawan Hukum, Sejumlah Rekening FPI Ditindaklanjuti Penyidik Polri

Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam sebelumnya menyatakan, sebanyak dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, di antara Jalan Internasional Karawang sampai km 49 tol Cikampek.

Sementara empat orang lainnya yang masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Terkait peristiwa dugaan penembakan empat orang laskar FPI itu, informasi yang diterima Komnas HAM hanya dari polisi, yakni lebih dulu terjadi upaya melawan petugas (polisi) yang mengancam keselamatan hidup petugas sehingga diambil tindakan tegas dan terukur.

"Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan Unlawfull Killing terhadap empat orang anggota laskar FPI," kata Anam.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini