Share

Diisukan Kudeta Demokrat, Mahfud MD: Wah Mengagetkan, Terpikir Saja Tidak

Riezky Maulana, iNews · Selasa 02 Februari 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 337 2354907 mahfud-md-bantah-tuduhan-restui-moeldoko-kudeta-ahy-di-demokrat-jWcWE1XpBR.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meluruskan kabar yang beredar ihwal keterlibatannya dan beberapa menteri lain terkait isu mengkudeta Partai Demokrat (PD). Menurutnya, sama sekali tidak pernah ada restu yang diberikan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait hal tersebut.

Dia menjelaskan, saat mendengar kabar tersebut dirinya mengaku kaget. Menurutnya, terpikir untuk melakukan kudeta saja tidak pernah, apalagi sampai melakukan. Klarifikasi itu disampaikan melalui akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, Selasa (2/2/2021).

"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menko Polhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain, terpikir saja tidak, apalagi merestui," tuturnya.

Baca Juga:  Harlah NU, Sekjen Muhammadiyah Ternyata Fasih dalam Tahlilan dan Bersalawat Badar

Dia menjelaskan, di era demokrasi yang serba terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti saat ini akan sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar bisa dikudeta. Menurutnya, jabatan yang dia emban sekarang tak dapat memberikan restu untuk melakukan kudeta seperti yang santer dikabarkan.

"Jabatan menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yabg penting internal PD sendiri solid," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers terkait dengan kondisi Indonesia terkini, khususnya hal penting yang menyangkut masalah Partai Demokrat. Hal ini disampaikannya sesuai rapat pimpinan (Rapim) DPP Partai Demokrat.

AHY menyebut, berdasarkan kesaksian sejumlah pihak, ada upaya dari pejabat di lingkar kekuasaan Presiden Jokowi yang hendak merebut Partai Demokrat.

"Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan tentang duduk perkara yang sebenarnya yaitu, tentang adanya gerakan politik yang mengarah kepada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam eksistensi dan kedaulatan Partai Demokrat," kata AHY di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta.

Baca Juga:  Diterpa Isu Kudeta, Mantan Kader Demokrat Doakan AHY Tegar

AHY telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengklarifikasi ihwal isu keterlibatan pihak istana yang ingin mengkudeta kepemimpinannya tersebut. Hingga saat ini, Partai Demokrat masih menunggu balasan surat dari Presiden Jokowi.

Partai Demokrat sendiri sudah mengungkap sosok di lingkaran istana yang berencana mengkudeta kepemimpinan AHY. Sosok itu yakni, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini