Menteri Jokowi Disebut Ingin Kudeta Demokrat, Ini Kata Istana

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 01 Februari 2021 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354662 menteri-jokowi-ingin-kudeta-demokrat-ini-kata-istana-J7sJe3vFb4.jpg Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman (Foto: Sindo)

JAKARTA - Pihak Istana merespons tudingan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono yang mengklaim adanya menteri dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin merebut Demokrat dari kepemimpinannya.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rahman mengaku belum mendapatkan informasi apapun soal tudingan kudeta Partai Demokrat yang dilakukan salah satu menteri di lingkaran Istana tersebut.

"Kami belum mendapatkan informasi terkait," kata Fadjroel saat dikonfirmasi Okezone, Senin (1/2/2021).

Baca Juga:  AHY Sebut Menteri Jokowi Ingin Rebut Demokrat, Pengamat: Strategi Lemahkan Lawan Politik

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers terkait dengan kondisi Indonesia terkini, khususnya hal penting yang menyangkut masalah yang menimpa Partai Demokrat. Hal ini disampaikannya sesuai rapat pimpinan (Rapim) DPP Partai Demokrat.

AHY menyebut, berdasarkan kesaksian sejumlah pihak, ada upaya dari pejabat di lingkar kekuasaan Jokowi yang hendak merebut Partai Demokrat.

“Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan tentang duduk perkara yang sebenarnya yaitu, tentang adanya gerakan politik yang mengarah kepada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam eksistensi dan kedaulatan Partai Demokrat,” kata AHY di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta.

Putra pertama Presiden RI ke-6 ini menjelaskan, berdasarkan kesaksian dan testimoni yang didapatkan Partai Demokrat, gerakan ini melibatkan pejabat penting di pemerintahan yang secara fungsional berada di lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Jokowi.

“Lebih lanjut, gerakan ini juga mendapatkan dukungnan dari sejumlah menteri dan pejabat di lingkaran pemerintahan Presiden Jokowi,” beber AHY.

Baca Juga:  Demokrat Mau Dikudeta, AHY Surati Presiden Jokowi

Namun, sambung AHY, pihaknya tidak mudah percaya dan mengedepankan asas praduga tak bersalah atau presumption of innocent atas permasalahan ini. Sehingga, ia menyurati langsung Presiden Jokowi pada pagi ini guna mengklarifikasi langsung kabar ini.

“Karena itu, tadi pagi, saya mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat bapak presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini,” ungkap AHY.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini