Diancam Dibunuh karena Komentari Prokes, Dokter di Bali Lapor Polisi

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 01 Februari 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354613 diancam-dibunuh-karena-komentari-prokes-dokter-di-bali-lapor-polisi-kCXpz1MCnN.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seorang dokter di Bali, @dr_dewa mempolisikan akun Instagram @neofasisme setelah diancam dibunuh. Ia kecewa karena tak kunjung mendapatkan klarifikasi terkait ancaman tersebut oleh pelaku.

Laporan itu dikirimkan @dr_dewa melalui melalui website patroli siber Bareskrim Mabes Polri dan berhasil terkirim.

“Melihat tidak ada itikad baik dari akun @neofasisme, walaupun ybs sempat kontak DM sy, tapi masih tetap saja menggunakan kata2 yg kasar dan ditambah saat ini akun tersebut sdh di non aktifkan,” tulis @dr_dewa dalam caption postingan, Senin (1/2/2021).

Baca Juga:  Dapat Ancaman, Ayah Tua Renta yang Digugat Rp3 Miliar Laporkan Tiga Anaknya ke Polisi

Kasus pelaporan yang dilakukan @dr_dewa sendiri bermula saat dirinya mengomentari video penindakan prokes di Bali beberapa waktu lalu.

Dokter diancam dibunuh 

Setelah mengomentari itu, akun @neofasisme kemudian mengancam akan membunuh dr dewa yang belakangan diketahui tinggal di Bali. Selain itu, ia menyebut bila dr dewa merupakan sosok dokter rendahan.

Komentar @neofasisme lantas viral setelah @dr.tirta mempostingnya kemarin. Bahkan melalui akun tiktok dan Instagramnya. Ia meminta akun @neofasisme agar mengklarifikasi dan meminta maaf. Namun seharian ditunggu, si akun tak kunjung beritikad baik. Terlebih belakangan @neofasisme dihapus dalam laman instagram.

“Atas dasar itulah, sy memutuskan utk mempercepat waktu pelaporan sy yg sebelumnya 3x24 jam menjadi hari ini. Dan sudah sy laporkan ke polisi siber,” tambahnya.

Baca Juga:  Diancam Dibakar Hidup-Hidup, Bocah Ini Dipaksa Rekam Video Syur Kakaknya

Selain itu, diakhir tulisan captionnya, dr Dewa juga meminta para nitizen dan pengikutnya yang mencapai 13,6 ribu agar menginformasikan pemilik akun itu dan melaporkan kepadanya atau dr Tirta.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini