Pilkada 2022 Ditunda, Presiden Berasal dari Kepala Daerah Akan Berakhir di Jokowi

Agregasi Sindonews.com, · Senin 01 Februari 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354590 pilkada-2022-ditunda-presiden-berasal-dari-kepala-daerah-akan-berakhir-di-jokowi-rYFPG08zfI.jpg Hendri Satrio (Foto: Okezone)

JAKARTA - Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, bila pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2022 dan 2023 ditiadakan, kemungkinan besar tren Presiden RI berasal dari kepala daerah berakhir di Joko Widodo (Jokowi). Penundaan Pilkada tersebut masuk dalam draft revisi UU Pemilu. 

"Bila Pilkada 2022 dan 2023 gak ada, kemungkinan besar tren Presiden berasal dari pemimpin daerah akan berakhir di Pak Jokowi," cuit Hendri Satrio melalui akun Twitter-nya @satriohendri, Senin (1/2/2021).

Baca Juga: Digelar di Tengah Pandemi, Partisipasi Pilkada 2020 Dinilai Tinggi Dibanding Negara Lain

Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu menambahkan, dalam kondisi demikian, sosok yang paling berpeluang menjari Presiden RI adalah tokoh berpanggung politik.

"So, yang paling berpeluang jadi Presiden adalah tokoh berpanggung (politik) seperti Wapres, Menteri, Pemimpin Lembaga, Pengusaha dan Selebritis #Hensat," imbuhnya.

Cuitan tersebut mendapatkan beragam komentar netizen, di antaranya @SartonoBisri10.

"Pak Anies akan tetap bersinar walaupun seandainya ia tidak lagi jadi gubernur. Karena panggungnya akan ada untuk Pak Anies," cuit seorang warganet, @SartonoBisri10.

Senada diungkapkan @utisurti. "Tapi yakinlah Pak Anies akan tetap menjadi pilihannya, semakin banyak rintangan akan menjadikan beliau semakin mencerahkan rakyat siapa yang pantas dipilih. Pak Anies semoga menjadi RI 1, Aamiin yra," cuit @utisurti.

Baca Juga:  Pandemi Corona, MPR Dorong Pilkada 2020 Dilakukan Secara Digital

Diketahui, sebanyak 101 kepala daerah meliputi sembilan provinsi termasuk DKI Jakarta yang masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2022 mendatang. Sedangkan yang berakhir masa jabatan pada tahun 2023 mendatang ada 171 daerah yang meliputi 17 provinsi termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini