AHY : Ada 5 Orang yang Ingin Rebut Partai Demokrat

Kiswondari, Sindonews · Senin 01 Februari 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354553 ahy-ada-5-orang-yang-ingin-rebut-partai-demokrat-60oxU4rifB.jpg Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Sindo/Kis)

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membocorkan lima orang yang terlibat dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat. Mereka yakni, kader aktif, kader non aktif dan juga pihak eksternal Partai Demokrat yang merupakan pejabat tinggi pemerintahan.

“Sepuluh hari lalu, kami menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah maupun cabang tentang adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis,” kata AHY di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca juga:  AHY Sebut Ada Menteri Jokowi Ingin Rebut Demokrat

AHY mengungkap, gabungan dari pelaku gerakan ini ada lima orang yang terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu.

“Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan, yang sekali lagi, sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo,” beber putra sulung Presiden RI ke-6 itu.

Baca juga: Menteri Jokowi Mau Rebut Demokrat, AHY: Kami Akan Tegas!

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Isntitute itu mengungkap, para pimpinan dan kader Demokrat yang melapor kepada pihaknya tersebut, merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat. Dan ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa Ketum PD tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung.

“Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang,” ungkap AHY.

AHY menjelaskan, konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan para pelaku menargetkan 360 pemilik suara di Demokrat. Pihaknya juga sudah mencium gejala ini sejak satu bulan yang lalu.

“Pada awalnya, kami menganggap persoalan ini hanyalah masalah kecil saja, urusan internal belaka. Tetapi sejak adanya laporan keterlibatan pihak eksternal dari lingkar kekuasaan, yang masuk secara beruntun pada minggu yang lalu, maka kami melakukan penyelidikan secara mendalam,” terangnya.

Awalnya, kata AHY, pihaknya tidak begitu saja percaya ketika para pelapor menyebut nama tokoh yang berencana untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat itu mengingat posisi yang sedang ia emban saat ini dan faktor latar belakangnya.

“Tetapi, lebih dari delapan saksi mengatakan: telah bertemu langsung dengan pejabat pemerintahan itu dan mendengar secara langsung pula rencana-rencana seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya. Dengan tengah dilaksanakannya gerakan untuk pengambil-alihan secara “paksa” kepemimpinan Partai Demokrat tersebut, kami tentu akan mempertahankan kedaulatan dan kehormatan partai kami,” tegas AHY.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini