BMKG Sebut 25 Kali Gempa di Sulbar Memicu Tsunami

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 01 Februari 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354472 bmkg-sebut-25-kali-gempa-di-sulbar-memicu-tsunami-3He4ERQZE1.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, gempa yang merusak di Pulau Sulawesi telah terjadi sebanyak 69 kali. Dimana 25 diantaranya memicu tsunami.

“Data gempa di Sulawesi, ini saya coba mengumpulkan data ini di Sulawesi sekitarnya itu telah terjadi gempa kuat sekitar 69 kali. Tercatat 25 diantaranya memicu tsunami, dan 44 tidak tsunami hanya merusak saja,” ungkap Daryono dalam Focus Group Discussion (FGD) Gempa Bumi di Sulawesi Barat secara virtual, Senin (1/2/2021).

Baca juga:  BNPB Sebut Kawasan Malunda yang Terparah Hancur Akibat Gempa Sulbar

Bahkan, kata Daryono di wilayah barat Sulawesi saja tercatat sudah terjadi sebanyak 9 kali tsunami.

“Tapi yang menarik, dari barat pulau Sulawesi dari Tolitoli ada lebih dari sembilan kali tsunami. Dan belum gempa merusaknya,” katanya.

Baca juga:  Gempa M 6,2 di Sulbar Picu Gempa Lain di Indonesia? Ini Penjelasan Guru Besar ITB

Hal ini, kata Daryono membuktikan jika Sulawesi merupakan wilayah yang rawan gempa dan tsunami. “Ini yang menariknya, bahwa Sulawesi rawan gempa dan tsunami.”

Bahkan, Daryono mengatakan sulit untuk mencari wilayah mana yang tidak ada pusat gempanya.

“Kalau kita melihat bahwa sulit bagi kita untuk mencari dimana wilayah yang tidak ada pusat gempanya. Sulawesi seluruhnya rawan gempa yang paling rendah hanya di Makassar saja,” tegas daryono.

Ditambah lagi di Sulawesi ada 45 sesar aktif yang juga memicu terjadinya gempa dan tsunami. Sehingga, kata Daryono, segmen sesar aktif di Sulawesi tersebut juga yang menjadi pembangkit gempa di Majene-Mamuju beberapa waktu lalu.

“Di Sulawesi ada 45 sesar aktif lebih dari itu yang belum teridentifikasi,” katanya.

Meskipun, kata Daryono, gempa di Majene Mamuju merupakan siklus gempa yang berulang.

“Kalau kita melihat sejarah kegempaan di Sulbar, baik di Majene, Mamuju, maka kita kita melihat ada tujuh gempa yang berdampak destruktif. Tahun 1967 terjadi tsunami, 1969 juga memicu tsunami, gempa 1972, gempa 1984, gempa November 2020, gempa 14 dan 15 Januari 2021. Dan kalau perulangannya ada berapa? Setelah saya hitung gempa yang signifikan disini ada 10,8 tahunan,” jelas Daryono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini