Pandemi Covid-19, PDIP: Momentum Ciptakan Roadmap Kedaulatan Pangan

Abdul Rochim, Koran SI · Senin 01 Februari 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354422 pandemi-covid-19-pdip-momentum-ciptakan-roadmap-kedaulatan-pangan-CZhmxN6O0B.jpg Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Abdul Rochim)

JAKARTA – Sektor pangan ikut terdampak pandemi Covid-19. Untuk mengatasinya diperlukan roadmap bagi terwujudnya kedaulatan pangan.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, untuk membangun kedaulatan pangan harus dimulai dengan kebijakan politik pangan yang benar.

"Di dalam membangun kedaulatan pangan harus dimulai dengan politik pangan yang benar. Politik pangan yang mengabdi bertujuan dalam bernegara, politik pangan yang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, politik pangan yang untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia agar kita tak perlu impor lagi maupun politik pangan sebagai benteng kedaulatan ekonomi," kata Hasto dalam Webinar Strategi Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan di Masa Pandemi Covid-19, Senin (1/2/2021).

Baca Juga:  Asrama Haji Bekasi Jadi RS Darurat Covid-19, Kapan Mulai Beroperasi?

Dengan politik pangan, kata Hasto, kebijakan fiskal, pengembangan teknologi pertanian, dan juga riset benih unggul, serta sistem distribusi yang lebih berkeadilan, wajib diwujudkan. ”Beberapa hal strategis itulah yang dimaksudkan dengan politik pangan, dan tentunya, peningkatan kesejahteraan petani menjadi titik sentralnya," lanjut Hasto.

Hasto menegaskan, perlu mendorong daya tarik masyarakat dan para ahli untuk bergerak di sektor pertanian. Dirinya mengingatkan apa yang disampaikan pendiri bangsa Bung Karno.

"Apa yang disampaikan oleh Bung Karno bahwa sektor pangan menyangkut hidup matinya negeri. Karena itulah jangan malu bagi kader-kader PDI Perjuangan membangun profesi di bidang pertanian. Jangan malu untuk menjadi seorang petani, tetapi seorang petani yang mempunyai visi untuk menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pengembangan dan peningkatan produksi pangan ini," ungkap Hasto.

Baca Juga:  Jokowi Sebut PPKM Tak Efektif, Ridwan Kamil Kritik Data Covid-19 Pusat Amburadul

Dia berharap segala upaya seperti memberikan intensif kepada para peneliti dan anak bangsa untuk mengembangkan teknologi bagi perkembangan sektor pangan, dimulai dari pembenihan bibit unggul, intensifikasi pertanian, manufaktur alat-alat produksi pascapanen dan lainnya. Semuanya harus didukung. Bahkan, dirinya meminta agar mendukung upaya Presiden Jokowi dalam hal mengembangkan food estate.

"Food estate ini full mekanisasi pertanian. Di mana, akan dikembangkan dari ketela pohon untuk menjadi produk substitusi dari gandum yang selama ini kita bergantung kepada gandum tersebut," tutur Hasto.

Karena itu, dirinya meminta agar semua kader PDIP bisa mengembangkan terus sektor di pertanian terlebih Sulsel dilimpahi komoditas unggul yang luar biasa. "Ini yang harus kita kembangkan sebaik-baiknya. Kalau kita berfokus kepada apa yang kita punya ini akan membangun kedaulatan kita," ungkap Hasto.

Hasto juga mengingatkan kembali arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang terus mencanangkan gerakan menanam tanaman yang bisa di makan di tengah pandemi Covid-19. ”Mari kita gunakan setiap jengkal lahan yang tidak dipakai untuk gerakan bercocok tanam. Jangan pernah merasa malu untuk menjadi petani. Kita harus terus wujudkan politik pangan berdikari. Kita terus berdayakan petani, sebab merekalah pemilik negeri,” kata Hasto.

Sementara, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam webinar, menyambut baik usulan Hasto tersebut. Karena memang tekanan pandemi Covid-19 ini memang mempengaruhi segala sektor. Bahkan di awal-awal ekonomi sempat terpuruk. Namun, Sulsel bisa bangkit perekonomiannya, terutama di sektor pangan. Hal ini menandakan sektor pangan menjadi kekuatan ekonomi di wilayahnya.

”Alhamdullilah di Kuartal III perekonomian Sulawesi Selatan bisa tumbuh positif bahkan di atas rata-rata nasional itu mencapai 8,18%. Ini mengindikasi bahwa sektor pertanian, ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan utama yang menjadi kekuatan ekonomi Sulawesi Selatan,” ungkap Nurdin.

Karena itu, dalam membuat kebijakan pangan di Sulsel, pihaknya selain memperhatikan apa yang menjadi komoditi ekspor, juga ingin mengembalikan kejayaan komoditi unggulan. ”Mengembalikan kejayaan beberapa komoditi unggulan yang menjadi ikon Sulawesi Selatan seperti udang windu, jeruk keprok, kakao,” kata Nurdin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini