Pelapor Abu Janda Difitnah Pemakai Narkoba

Tim Okezone, Okezone · Senin 01 Februari 2021 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354220 pelapor-abu-janda-difitnah-pemakai-narkoba-hHOgGA6ywy.jpg Ketum DPP KNPI, Haris Pratama (foto: Dok Sindo)

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama kerap mendapatkan teror usai mepelaporkan Permadi Arya alias Abu Janda. Selain itu akun miliknya @harisknpi juga mengalami peretasan.

Menurutnya, teror yang menghampirinya dengan cara mengindikasikan jika dirinya sebagai pemakai Narkoba

"Ternyata polanya sll dgn cara mengindikasikan sy sebagai pemakai Narkoba. Insya Allah tdk akn pernah barang haram itu masuk ke tubuh sy. Silahkan kalian cari cara bagaimana menjebloskan sy ke penjara/dgn cara2 memfitnah sy. Bergerak Pemuda Indonesia....Apapun yang terjadi....," tulis Haris di akun twitter barunya @@knpiharis, Senin (1/2/2021).

Baca juga:  3 Kontroversi Abu Janda Selain Sebut Islam Agama Arogan, Apa Saja?

Sebelumnya, DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyoroti cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan'. Cuitan Abu Janda ini berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain.

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama bersama Sekjen KNPI Jackson AW Kumaat serta pengurus DPP KNPI seperti Ketua Bidang hukum Medy Lubis kembali melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama.

“Alhamdulillah, laporan kami telah diterima. Semua OKP-OKP akan mengawal proses penegakan hukum terhadap Abu Janda,” sambungnya.

Baca juga:  Abu Janda: Cuitan Islam Pendatang dari Arab yang Arogan untuk Tengku Zulkarnain

Haris meyakini di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri berkomitmen menindak siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran hukum tanpa pandang bulu.

“Hukum tidak boleh tumpul kepada kelompok tertentu karena melihat Abu Janda adalah salah satu relawan pernah mendukung pemerintah, tetapi Polri tidak berani mengambil langkah tegas dan ini sesuai dengan komitmen Kapolri baru saat fit & proper test di Komisi III agar hukum ditegakkan kepada siapapun itu,” tuturnya.

Diketahui, Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika. Lalu, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya. Cuitan ini dipublikasikan hari Minggu 24 Januari 2021.

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini