Diduga Melawan Hukum, Sejumlah Rekening FPI Ditindaklanjuti Penyidik Polri

Tim Okezone, Okezone · Senin 01 Februari 2021 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 337 2354167 diduga-melawan-hukum-sejumlah-rekening-fpi-ditindaklanjuti-penyidik-polri-QTrUstw3ar.jpg Foto: Illustrasi Sindo

JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae membeberkan penjelasan soal status analisis dan pemeriksaan rekening Front Pembela Islam (FPI) dan pihak terafiliasinya.

Dian mengatakan, pihaknya telah memeriksa 92 rekening FPI dan pihak terkait. Sesuai dengan kewenangan dan jangka waktu yang diberikan oleh Undang-Undang, PPATK telah menyelesaikan proses analisis dan pemeriksaan terhadap 92 rekening FPI dan pihak terkait FPI yang telah dilakukan proses penghentian sementara transaksi.

Baca juga:  Disebut Terima Aliran Dana Lintas Negara, FPI: Itu untuk Kemanusiaan

Lebih lanjut Dian menyampaikan, Hasil Analisis dan Hasil Pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut telah disampaikan kepada Penyidik Polri untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan penyidik Polri, diketahui adanya beberapa rekening yang akan ditindaklanjuti penyidik Polri dengan proses pemblokiran karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum,” ujar Dian dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:  PPATK Sebut Pemblokiran Rekening Terkait FPI Akan Bertambah

Dian mengatakan, tindakan penghentian transaksi dilakukan dalam rangka memberikan waktu yang cukup bagi PPATK untuk melakukan analisis dan pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut, pasca-ditetapkannya FPI sebagai organisasi terlarang.

Selanjutnya, kata Dia, PPATK akan tetap memberikan dukungan dan berkoordinasi terhadap penyidik mengenai adanya dugaan perbuatan melawan hukum tersebut.

“PPATK masih tetap dapat melakukan fungsi intelijen keuangan berdasarkan UU No.8 Tahun 2010 dan UU No.9 Tahun 2013 terhadap rekening-rekening terkait apabila di kemudian hari menerima Laporan Transaksi Keuangan yg Mencurigakan (LTKM) dan/atau sumber informasi lainnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini