Harlah Ke-95, Cak Imin: Tambah Hari NU Tambah Sakti

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 31 Januari 2021 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 337 2354063 harlah-ke-95-cak-imin-tambah-hari-nu-tambah-sakti-hzGPibi5ga.jpg Ketum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Foto : Sindonews)

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar istighotsah dan tahlil dalam rangka merayakan hari lahir (Harla) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai, semakin hari PBNU yang dipimpin Said Aqil Siradj tambah sakti lantaran tak ada satu pun pemimpin di dunia ini yang tak memuji peran NU.

"Kita wajib bersyukur. Tambah hari NU tambah sakti. Ini karena Ketumnya atau tetangga Ketumnya. Tambah hari NU tambah sakti. Ini luar biasa," kata Cak Imin dalam acara istighotsah dan tahlil menuju seabad NU dalam Youtube DPP PKB, Minggu (31/1/2021).

Cak Imin mengklaim, tidak ada satu pun peran di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tak dijajaki PBNU. "Tidak ada satu pun pemimpin dunia ini yang yang tidak memuji NU," ucap dia.

Wakil Ketua DPR itu mengungkapkan, selama puluhan tahun pemerintahan Arab Saudi sedikit sinis dengan PBNU. Namun, lanjut dia, pada akhirnya Arab Saudi juga angkat topi dan mengakui peran NU.

"Setelah terjadi reformasi di Arab Saudi yang dipimpin Muhammad bin Salman (MBS) dengan tema rahmatan lil alamin," ujar dia.

Ia melanjutkan, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj kerap disambagi petinggi dari berbagai negara khususnya di Timur Tengah untuk menyampaikan peran dan eksistensi NU dalam dunia Islam.

"Nanti Kiai Said bisa cerita bagaimana Dubes Saudi dulu yang tugas di sini enggak terlalu akrab tapi setelah tugas di luar, waktu tugas di sini tidak terlalu mencintai NU tapi tugas di negara lain mengakui kesaktian Kiai Said," kata dia.

Cak Imin mengajak seluruh Nahdliyin bersyukur dalam usia ke-95 tahun NU tersebut. Dia menyebut, berbagai torehan tersebut menunjukkan kesaktian NU teruji oleh zaman.

Baca Juga : Anies: NU Jadi Simpul yang Mempersatukan Banyak Unsur di Indonesia

Meski demikian, ia pun menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) bagi PBNU yang harus diperjuangkan para politisi dari kader NU baik di eksekutif maupun legeslatif.

"Baik dalam tataran perundang-perundangan dan konstitusi pemberdayaan umat. Penguatan penjagaan ke khasan dan kekayaan kultural NU sekaligus pemberdayaan dan penguatan NU," imbuhnya.

Cak Imin menambahkan, kader NU harus mampu menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan pesantren. Santri NU, sambung dia, harus mampu menguasai sains dan teknologi untuk menjawab tantangan kemajuan zaman.

"Di tengah masa pandemi akibat Covid-19 yang tergagap-gagap karena ketidakberdayaan dalam sains dan teknologi kita. Vaksin semua hal bergantung pada orang lain. Tidak mandiri dan begantung orang lain karena lemahnya sains dan teknologi. NU memiliki kesempatan untuk memimpin sains dan teknologi di Indonesia," ucapnya.

Cak Imin meminta, pesantren untuk meningkatkan riset dan development atau penelitian dan pengembangan agar santri tidak lagi terlambat dalam menghadapi perubahan alam semesta.

Dia pun mendorong agar kader NU yang ada di eksekutif maupun legeslatif untuk terus memperkuat pemberdayaan ekonomi keumatan. "Ini mutlak kalau ekonomi nggak maju nggak bisa sains dan teknologi dulu. Ini dua sisi yang mutlak dimajukan. Saya terus berdiskusi dengan Presiden pak kalau warga NU tertolong secara ekonomi insya Allah bangsa Indonesia tertolong karena warga NU itu marijinal," terangnya.

Kemudian, Cak Imin menyebut agenda terakhir NU dalam usianya yang akan memasuki satu abad akan memajukan peradaban Islam.

Baca Juga : Harlah Ke-95 NU, Ganjar: Harta Tak Ternilai yang Tak Ada Habisnya

"Ini pekeriaan besar dan PKB bisa mensupport dalam titik tertentu. Kalau zaman Bung Karno politik adalah panglima, kalau zaman Pak Harto ekonomi adalah panglima, dan ke depan peradapan adalah panglimanya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini