Share

Alasan Kadiyono, Lulusan S2 Jadi Tukang Tambal Ban dan Bangun SLB Gratis

Tim Okezone, Okezone · Minggu 31 Januari 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 337 2353894 alasan-kadiyono-lulusan-s2-jadi-tukang-tambal-ban-dan-bangun-slb-gratis-uQVQjOvbiK.JPG Kadiyono (kanan) saat berbincang dengan Wagub Jateng Taj Yasin (Foto: Youtube Insan Tiara Bangsa)

KENDAL - Kadiyono, seorang tukang tambal ban, mendirikan sekolah luar biasa (SLB) untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah Insan Tiara Bangsa yang didirikannya itu berlokasi di Dusun Krajan dan Dusun Pandansari, Kendal, Jawa Tengah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kadiyono sedari kecil yakni sekira usia 8 tahun sudah menjalani pekerjaannya sebagai tukang tambal ban. Ia mengenal pekerjaan tersebut dari ayahnya.

Perlahan ia mampu mendirikan kios tambal ban sendiri di jalan utama. Berkat kepeduliannya terhadap pendidikan, dari hasil usahanya itulah, Kadiyono menyisihkan uangnya untuk mendirikan sekolah luar biasa.

Kadiyono sendiri merupakan lulusan S2 jurusan Magister Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Baca Juga: Cerita Sepasang Pemulung Renta yang Bertekad Sehidup Semati, Kisahnya Bikin Haru

Ia mendirikan sekolah tersebut sejak 2015. Kadiyono tak mematok biaya untuk para siswanya yang kebanyakan berasal dari warga tak mampu. Mereka bisa membayar dengan seikhlasnya.

Kadiyono menganggap para muridnya tersebut sudah selayaknya anak sendiri. Bahkan, ia beserta para guru yang mengajar, ikut menjemput dan mengantar muridnya yang memang memiliki keterbatasan ekonomi.

Baca Juga: Kisah Kadiyono, Tukang Tambal Ban Lulusan S2 yang Dirikan SLB untuk Anak Kurang Mampu

Kini, usaha Kadiyono mendirikan sekolah luar biasa sudah berjalan 6 tahun dan tentunya banyak siswa yang telah lulus dari sekolah tersebut.

Beberapa waktu lalu 27 Januari 2021 Wakil Gubernur Jawa tengah, Taj Yasin Maimoen, hadir untuk meresmikan ruang kelas baru di SLB Insan Tiara Bangsa serta Pesantren Difabel Al-Firdaus.

Wagub mengatakan, anak-anak penyandang disabilitas di sana memiliki potensi dan kekuatan.

"Semuanya memiliki potensi, memiliki keistimewaan masing-masing. Ada yang menghafal Alquran walau waktunya panjang. Saya yakin dengan telaten gurunya, orangtuanya bersama-sama saya yakin bisa," tuturnya, melansir channel Youtube SLB Insan Tiara Bangsa.

(kha)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini