Harlah ke-95 NU, Hidayat Nur Wahid: Lanjutkan Peran Ulama

Khafid Mardiyansyah, Okezone · Minggu 31 Januari 2021 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 31 337 2353818 harlah-ke-95-nu-hidayat-nur-wahid-lanjutkan-peran-ulama-RO2xsQQd0O.jpg Foto: Twitter Hidayat Nur Wahid

JAKARTA - Wakil ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengucapkan selamat atas peringatan hari lahir ke-95 Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam ucapan yang ia sematkan dalam akun Twitternya @hnurwahid, Hidayat meminta NU untuk melanjutkan peran ulama dan bersama-sama mengatasi Pandemi Covid-19.

"Selamat mensyukuri Hari Lahir Nahdladul Ulama ke-95, 31 Januari 2021. Lanjutkan Peran Ulama, Bersama Atasi Pandemi Korona, Hadirkan Kejayaan Umat, Bangsa dan Negara Indonesia. WaLlahul Muwaffiq ila AqwamithThariiq," jelas Hidayat.

Seperti diketahui, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah.

NU yang lahir di masa penjajahan, pada dasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah, Hal ini didasarkan, berdirinya NU dipengaruhi kondisi politik dalam dan luar negeri, sekaligus merupakan kebangkitan kesadaran politik yang ditampakkan dalam wujud gerakan organisasi dalam menjawab kepentingan nasional dan dunia Islam umumnya.

Baca Juga: Mahfud MD : Indonesia Harus Bersyukur Punya Ormas seperti NU

NU sempat menjadi peserta pemilu tahun 1955, dalam pesta demokrasi saat itu NU berhasil dengan meraih 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante. Pada masa Demokrasi Terpimpin NU dikenal sebagai partai yang mendukung Soekarno, dan bergabung dalam NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis). Nasionalis diwakili Partai Nasional Indonesia (PNI), Agama Partai Nahdhatul Ulama dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

NU kemudian menggabungkan diri dengan Partai Persatuan Pembangunan pada tanggal 5 Januari 1973 atas desakan penguasa orde baru Mengikuti pemilu 1977 dan 1982 bersama PPP. Pada muktamar NU di Situbondo, NU menyatakan diri untuk 'Kembali ke Khittah 1926' yaitu untuk tidak berpolitik praktis lagi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini