Satgas Covid-19: GeNose Tak Bisa Gantikan Swab PCR

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 28 Januari 2021 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 337 2352601 satgas-covid-19-genose-tak-bisa-gantikan-swab-pcr-lQth1kd2Hx.jpg GeNose C19 (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menegaskan GeNose hanya untuk screening virus corona dan tidak bisa menggantikan tes swab PCR yang berfungsi sebagai diagnostik.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito merespons Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Corona.

Dalam poin 3 huruf c butir IV beleid tersebut terdapat ketentuan khusus untuk perjalanan dengan menggunakan kereta api jarak jauh, selain menggunakan RT-PCR dan rapid test antigen, masyarakat juga bisa menggunakan GeNose test.

Menurut Wiku, GeNose test hanyalah alternatif metode screening virus corona sebagai syarat perjalanan selain PCR atau rapid test antigen.

"Perbedaan yang signifikan pada perpanjangan SE ini adalah khusus moda transportasi KA jalur non aglomerasi atau jarak jauh ditambahkan adanya alternatif metode screening baru yakni GeNose-19 sebagai syarat perjalanan optional selain PCR atau rapid test antigen," kata Wiku saat jumpa pers secara virtual, Kamis (28/1/2021).

"Perlu diingat bahwa metode GeNose berfungsi sebagai screening dan tidak bisa gantikan PCR yang berfungsi sebagai diagnostik," tambahnya.

Baca Juga : Sebarkan Berita Bohong Tentang Vaksin, Pegawai Honorer Terancam 6 Tahun Penjara

Wiku berujar, GeNose sebagai alat screening Covid-19 telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak 24 Desember 2020.

"Diharapkan GeNose dapat menjadi opsi tambahan jika terjadi penumpukan penumpang di stasiun KA mengingat hanya perlu waktu singkat bagi alat ini untuk memberikan hasil dengan tingkat akurasinya mencapai 93 persen," kata Wiku.

GeNose adalah hasil inovasi peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). Alat ini dapat mendeteksi COVID-19 dari embusan napas manusia. Alat yang sudah didukung Artificial Intelligence (AI) disebut mampu mendeteksi virus corona dalam waktu beberapa detik saja dengan tingkat akurasi di atas 90 persen.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini