Kenang Almarhum Wismoyo, Prabowo: Beliau Guru Saya di TNI

Riezky Maulana, iNews · Kamis 28 Januari 2021 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 337 2352574 kenang-almarhum-wismoyo-prabowo-beliau-guru-saya-di-tni-VOBQRcqlSm.jpg Prabowo Subianto. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wafatnya eks Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) TNI Wismoyo Arismunandar menjadi duka tersendiri bagi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Prabowo menjalin hubungan dengan Wismoyo saat berada di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Saat masuk ke dalam Kopassandha almarhum Wismoyo menjabat sebagai Wakil Asisten Pengaman (Waaspam) Danjen Kopassandha berpangkat Letkol. Sementara Prabowo saat itu berpangkat Letnan dua.

BACA JUGA: Kabar Duka, Mantan KSAD Jenderal Wismoyo Wafat 

"Beliau adalah salah satu guru saya di TNI. Beliau banyak mengajarkan nilai-nilai penting kepada saya saat di TNI," ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/1/2021).

Beberapa filosofi yang selalu disampaikan oleh Wismoyo kepada Prabowo dan sampai sekarang masih diingat adalah "disiplin adalah nafasku, kesetiaan adalah jiwaku, kehormatan adalah segala-segalnya".

"Selain itu beliau juga selalu mengingatkan ojo ngerasani wong artinya jangan menjelekkan orang lain," tuturnya.

Salah satu kenangan yang sampai kini masih diingat Prabowo ketika menjelang pemberangkatan operasi militer ke Timor-Timur di akhir Oktober 1978. Ketika itu, Prabowo menjabat sebagai Komandan Kompi Grup 1 korps baret merah.

BACA JUGA: Kisah Sajadah Pemberian Wismoyo Arismunandar ke Prabowo Sebelum Bertempur di Palagan Timor

Beberapa jam sebelum pesawat terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Wismoyo memanggilnya. Beberapa kali pula Wismoyo melempar pertanyaan mengenai kesiapan Prabowo sebelum menjalani operasi tersebut.

"Saya menjelaskan semua peralatan sudah siap. Mulai dari senjata, peluru, kompas hingga obat-obatan," katanya.

Akan tetapi, sambung Prabowo, Wismoyo kembali menanyakan karena jawabannya karena tak puas keluar dari mulut Prabowo. Wismoyo lantas menjelaskan maksud dan tujuan pertanyaannya, yang tak lain adalah persiapan agar Prabowo selalu dekat dan ingat Tuhan.

"Kemudian beliau masuk kamar dan saat keluar beliau membawa bungkusan dan diberikan kepada saya. Dan, isi bungkusan tersebut adalah sajadah, beliau meminta saya menaruh sajadah itu dalam ransel saya selama bertugas," ungkapnya.

Seperti diketahui, Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar meninggal dunia, Kamis (28/1/2021) pagi tadi. Pria bintang empat ini meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Kami menyampaikan berita duka cita. Telah meninggal dunia Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar pada jam 04.29 di RS Pondok Indah karena sakit," kata Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus, Kamis (28/1/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini