Gunung Merapi Meletus, Kalimat Merapi Tak Pernah Ingkar Janji Viral di Medsos

Bima Setiyadi, Koran SI · Rabu 27 Januari 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 337 2351886 gunung-merapi-meletus-kalimat-merapi-tak-pernah-ingkar-janji-viral-di-medsos-kUOvPAFTUU.jpg Gunung Merapi meletus.(Foto:Dok Okezone)

Siklus pendek letusan terjadi setiap 2 sampai 5 tahun dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Siklus terpanjang pernah tercatat setelah mengalami istirahat selama lebih 30 tahun, terutama pada masa awal keberadaannya sebagai gunung api.

Memasuki abad 16, catatan kegiatan Merapi mulai kontinyu dan terlihat bahwa siklus terpanjang pernah dicapai selama 71 tahun ketika jeda antara tahun 1587 sampai 1658.

Setiap gunung berapi di dunia mempunyai karakter masing-masing. Merapi sendiri masuk dalam tipe Merapi. Tipe ini dicirikan munculnya awan panas atau aliran piroklastik atau istilah lokalnya wedhus gembel. Terbentuknya awan panas tersebut dibedakan atas 2 macam, masing-masing awan panas letusan dan awan panas guguran.

Sejak 1984 teknologi pengamatan gunung api berkembang pesat dan sinyal data dapat dikirim melalui pemancar radio (radio telemetry) maka sejak saat itu gejala awal letusan lebih akurat karena semua sensor dapat ditempatkan sedekat mungkin dengan pusat kegiatan tergantung kekuatan pemancar yang dipergunakan, secara normal dapat menjangkau hingga jarak antara 25 sampai 40 km.

Hampir setiap letusan Gunung Merapi, terutama sejak diamati dengan seksama yang dimulai tahun 80-an, selalu diawali dengan gejala yang jelas. Secara umum peningkatan kegiatan lazimnya diawali dengan terekamnya gempa bumi vulkanik disusul kemudian munculnya gempa vulkanik-dangkal sebagai realisasi migrasinya fluida ke arah permukaan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini