Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 secara Nasional Sebesar 63,66%

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 27 Januari 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 337 2351789 tingkat-keterisian-rs-rujukan-covid-19-secara-nasional-sebesar-63-66-qQrZfPmpoT.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir mengungkapkan saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di RS Rujukan Covid-19 secara nasional sebesar 63,66%.

Namun, Kadir mengatakan kondisi tingkat keterisian tempat tidur jika dilihat kota per kota sangat memprihatinkan.

“Kalau kita lihat secara granular secara kota per kota maka inilah yang membuat kita sangat prihatin,” katanya dalam update Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19 secara virtual, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Kemenkes: Tingkat Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 di Titik Kritis 

Dimana 10 provinsi dengan tingkat keterisian tertinggi ada di DKI Jakarta dengan 82%, Banten 80%, DI Yogyakarta 76%, Jawa Barat 72%, Bali 70%, Kalimantan Timur 67%, Jawa Timur 66%, Lampung 64%, Sulawesi Tengah 64%, dan Sulawesi Barat 63%.

“Khususnya ada beberapa kota yang masuk dengan kondisi zona merah itu adalah kota-kota atau provinsi yang jumlah atau Bed Occupancy Rate itu berada pada posisi diatas 80 persen. Seperti Jakarta misalnya, dan Banten yang berada pada zona merah. Ini tentunya merupakan sesuatu yang sangat memprihatinkan,” papar Kadir.

 Baca juga: Kemenkes Ungkap Ada Daerah dengan Tingkat Keterisian RS Covid-19 Lebih dari 80%

Sementara itu, Kadir juga mengatakan saat ini dari 81.482 tempat tidur yang tersedia di rumah sakit rujukan Covid-19, terdapat 51.872 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat.

“Bahwa tempat tidur kita ada sekitar 81.000 lebih, sedangkan pasien yang memerlukan rawat inap sekitar secara nasional 51.000 lebih. Artinya secara nasional ketersediaan tempat tidur itu masih ada,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini