Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 di 5 Provinsi Lebih dari 70%

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 27 Januari 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 337 2351715 keterisian-tempat-tidur-di-rs-rujukan-covid-19-di-5-provinsi-lebih-dari-70-MIGA2ydazB.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Efek libur panjang pada akhir 2020 menimbulkan efek domino dalam pelayanan kesehatan pasien  . Salah satunya adalah meningkatnya kasus aktif Covid-19 yang berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Tanah Air.

Bahkan, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan saat ini angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di lima provinsi di Indonesia sudah berada di atas 70%.

Baca juga:  Tinjau TPU Covid-19 di Rorotan, Ariza: Insya Allah Minggu Depan Bisa Difungsikan

Dewi mengatakan kelima provinsi tersebut antara lain DKI Jakarta 84%, Banten 77%, DI Yogyakarta 76%, Jawa Barat 72%, dan Bali 70%.

“Per tanggal 25 Januari kemarin kita melihat masih ada 5 provinsi yang angkanya di atas 70 persen, semuanya memang di wilayah PPKM, kemarin memang kita rem itu karena masalah ini,” kata Dewi dalam update Covid-19 Dalam Angka: Evaluasi Perkembangan Kasus Covid-19 di 7 Provinsi Pelaksanaan PPKM secara virtual, Rabu (27/1/2021).

Baca juga:  Satgas: Angka Kematian Covid-19 di Jawa dan Bali Menurun Selama PPKM

Meskipun demikian, Dewi mengatakan, angka ini justru menurun dari pekan sebelumnya dimana ada sembilan provinsi dengan angka keterpakaian tempat tidur RS di atas 70%.

Selain itu, Dewi mengungkapkan saat ini ada 11 provinsi dengan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di atas 50%.

Baca juga:  Satgas: Tren Kenaikan Kasus Aktif Covid-19 Masih Meningkat

Sebelas Provinsi itu antara lain Jawa Timur 66%, Kalimantan Timur 66%, Sulawesi Barat 65%, Sulawesi Tengah 64%, Lampung 64%, Jawa Tengah 62%, Kalimantan Selatan 53%, Sulawesi Utara 53%, Sulawesi Selatan 52%, Nusa Tenggara Barat 52%, dan Sumatera Utara 51%.

“Ini yang harus hati-hati nih, di sini ada 11 provinsi dengan angka keterpakaian diatas 50 persen tapi masih di bawah 70 persen. Termasuk dua provinsi yang melaksanakan PPKM,” kata Dewi.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini