Dampak Ombak Tinggi dan Pasang Maksimum, BMKG : Waspada Banjir di Pesisir

Antara, · Selasa 26 Januari 2021 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 337 2351253 dampak-ombak-tinggi-dan-pasang-maksimum-bmkg-waspada-banjir-di-pesisir-dNGpwy4f9y.jpg Banjir rob di Muara Gembong, Bekasi. (Foto : Ilustrasi/Sindonews/Abdullah Surjaya)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir imbas gelombang atau ombak setinggi 4 meter di sejumlah perairan, termasuk di Pantai Utara Jawa (Pantura) pada 26-29 Januari 2021. Hal ini dibarengi dengan fase pasang maksimum yang terjadi pada periode tersebut.

"Perlu waspada saat fase pasang maksimum khususnya untuk Pantura bisa berpotensi banjir pesisir," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, melansir Antara, Selasa (26/1/2021).

Gelombang dengan ketinggian yang sama juga berpeluang terjadi di Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Sumba, Samudra Hindia barat, Kepulauan Mentawai hingga selatan NTT.

Gelombang tinggi lainnya juga berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian barat dan selatan, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Laut Bali-Sumbawa, Selat Alas-Lombok bagian utara, perairan utara Sumba hingga Flores, Laut Flores, Selat Makassar, Perairan Kepulauan Selayar, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata- Leti, Perairan Kepulauan Babar-Babar-Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai-Aru dan Laut Arafuru.

Sementara tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan utara Sabang, Perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano-Bengkulu, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Teluk Lampung bagian selatan, Laut Natuna, Perairan utara Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna juga di Perairan Kepulauan Subi-Serasan.

Selain itu, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter juga berpeluang terjadi di Perairan Singkawang-Sambas bagian utara, Perairan Kepulauan Bintan, Perairan Kepulauan Lingga, Perairan Kotabaru, Perairan Sulawesi Selatan bagian barat,, Perairan utara Jawa Barat, Perairan barat Sulawesi Selatan, dan Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem, Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan 

Begitu pula dengan Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia selatan Kupang-Pulau Rote, Perairan Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Perairan Bitung-Likupang, perairan timur Kepulauan Sitaro, perairan utara Kepulauan Sula, serta Laut Maluku dan Laut Halmahera.

Kemudian di perairan utara dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, perairan selatan Fakfak-Kaimana, perairan Amamapre-Agats bagian barat dan perairan barat Pulau Yos Sudarso.

BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Utara-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Natuna Utara, Laut Banda, Perairan Babar-Tanimbar, Perairan Kai-Aru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga : Waspada! Daerah Ini Berpotensi Dilanda Hujan Ekstrem 3 Hari ke Depan

"Diharapkan transportasi laut memperhatikan risiko tinggi terhadap pelayanan dan masyarakat di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak gelombang tinggi," tutur Eko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini