Sriwijaya Air Jatuh, DPR Desak Menhub Budi Karya Evaluasi Industri Penerbangan

MNC Portal, · Selasa 26 Januari 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 337 2350936 sriwijaya-air-jatuh-dpr-desak-menhub-budi-karya-evaluasi-industri-penerbangan-zewt4hIGZw.jpg Foto: Okezone/Planetspotters

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap industri penerbangan nasional. Hal ini menyikapi insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada 9 Januari 2021 lalu.

Anggota Komisi V DPR Sumail Abdullah mendesak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi segera melakukan evaluasi dan audit atas kecelakaan yang menewaskan 62 orang itu. Pasalnya, kecelakaan maskapai penerbangan di Tanah Air, hampir terjadi setiap tahunnya.

(Baca juga: Sosok Cantik Dokter Michaela, Noni Sulut 2002 yang Viral Pergoki Suaminya Berselingkuh)

“Kita berharap tentunya tidak ada lagi kecelakaan dan musibah lain lagi. Sejak 2004, saya ikuti hampir setiap tahun ada kecelakaan pesawat,” ujar Selasa (26/1/2021).

Dia juga meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kemenhub segera mengambil tindakan evaluasi untuk menilai kinerja industri penerbangan. Langkah itu sekaligus memperbaiki citra industri aviasi Indonesia di mata dunia.

Komisi V DPR akan menjadwalkan pertemuan khusus dengan Menteri Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG), Sriwijaya Air serta AirNav Indonesia.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR Lasarus menambahkan, pemanggilan kepada pihak-pihak terkait ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Kita panggil Menhub, AirNav, Basarnas, BMKG, KNKT dan Maskapai," ujarnya saat dihubungi MNC Portal.

Rencananya pertemuan dilaksanakan pada 3 Februari 2021 mendatang. Pertemuan sendiri sembari menunggu ditemukannya kotak hitam (black box) berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Namun, sekalipun CVR belum ditemukan, pertemuan tetap dilakukan.

"Ada kaitan dengan belum ditemukannya CVR. Kalau belum ketemu (CVR) juga tetap kita panggil Rabu depan," kata dia.

Lasarus mengaku belum menerima data hasil investigasi sementara pada kotak hitam berisi flight data recorder (FDR). Rencananya, pemanggilan pada beberapa pihak terkait juga meminta keterangan dari hasil investigasi sementara dari insiden tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini