Menlu Paparkan 2.948 WNI di Luar Negeri Positif Covid

Kiswondari, Sindonews · Selasa 26 Januari 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 337 2350929 menlu-paparkan-2-948-wni-di-luar-negeri-positif-covid-Ch2Zd6yR7x.jpg Menteri Luar Negeri, Retno (foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi memaparkan data WNI di luar negeri yang terpapar Covid-19 per 25 Januari 2021, dan juga upaya pelindungan WNI di luar negeri yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Hal ini disampaikan Retno dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI, Selasa (26/1/2021).

“Terkait WNI terpapar Covid di luar negeri, repatriasi WNI dan ABK, serta jumlah bantuan WNI di luar negeri. Hingga Senin, 25 Januari, jumlah WNI yang terpapar Covid, total kasus positif 2.948, masih dirawat 687, sudah sembuh 2.090 dan meninggal dunia 171,” kata Retno.

 Baca juga: Tiga Provinsi Laporkan Nol Penambahan Kasus Covid-19

Retno melanjutkan, jumlah kasus WNI positif Covid-19 ini sebagian besar terjadi di Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Korea Selatan, Amerika Serikat, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga: Program Vaksinasi, Istana: Indonesia Termasuk Negara yang Awali Upaya Pemutusan Covid-19 

Menurut Retno, Kemlu juga sudah melakukan repatriasi WNI ke Indonesia terhadap 180.045 WNI dan sebanyak 500 ribu lebih bantuan sembako telah disampaikan kepada WNI di luar negeri yang terimbas dampak Covid. Sebanyak 451.348 bantuan didistribusi kepada WNI di Malaysia, dan di luar Malaysia 83.916 bantuan.

“Sudah dapat dipastikan bahwa di tahun 2021 isu perlidungan WNI dari pandemi masih akan terus berjalan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menambahkan, Kemlu akan memperkuat sistem dan pelindungan WNI di luar negeri dengan dukungan infrastruktur. Di antaranya, dukungan anggaran pelindungan dan penanganan; percepatan pendataan WNI menggunakan portal Peduli WNI; pembangunan Integrated Data Operation Center i-DOC.

“i-DOC ini yang melakukan pelayanan security service center, customer service network, technical support, dan digital operation center,” papar Retno.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini