Angka Covid-19 di Tanah Air Nyaris 1 Juta Kasus, CISDI: Transmisi Penularan Naik

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 26 Januari 2021 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 337 2350831 angka-covid-19-di-tanah-air-nyaris-1-juta-kasus-cisdi-transmisi-penularan-naik-ZymRMAhvCI.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air hingga 25 Januari 2021 nyaris di angka 1 juta kasus tepatnya sebanyak 999.256 orang. Dan jika hari ini per 26 Januari 2021 penambahan kasus lebih dari 10.000 kasus, maka akan tembus 1 juta kasus Covid-19.

Meskipun saat ini jumlah kasus Covid-19 yang aktif sebanyak 161.636 kasus atau 16,2% dari terkonfirmasi. Dimana 809.488 orang diantaranya sudah sembuh dari Covid-19.

Namun, kasus aktif yang saat ini sebanyak 161.636 atau 16,2% akan terus bertambah jika kasus Covid-19 masih tidak terkendali. Apalagi saat ini angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air saat ini sebanyak 28.132 orang atau sebanyak 2,8% dari terkonfirmasi.

Baca juga:  Banyak Pasien Covid-19 Tak Mampu Isolasi di Rumah karena Tak Tertangani 

Chief Strategist Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Yurdhina Meilissa mengatakan transmisi Covid-19 terus naik.

“Transmisi kita tahu naik terus, Jakarta sudah community transmission level 4 yang paling tinggi gitu. Dan sebagian besar di Jawa itu paling tidak sudah community level 2. Jadi sudah sama sekali tidak normal,” ungkapnya dikutip MNC Portal Indonesia dari kanal Youtube CISDI, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Banyak Daerah Pelosok, Pemprov Jabar Rencanakan Mobil Vaksin 

Yurdhita juga mengatakan, saat ini wabah Covid-19 menginfeksi penduduk lebih cepat daripada penanggulangan dari pemerintah.

“Jadi gini kita lihat bahwa sekarang jelas kita harus akui bahwa wabahnya kerja lebih cepat daripada mesin Kementerian ya,” tuturnya.

“Sehingga, selalu melangkah nya itu 1-2 langkah di belakang dari wabah-wabah nya. Wabahnya sudah sampai community transmission kita masih menganggap bahwa itu flu biasa misalnya gitu. Sehingga kemudian tindakan yang dilakukan juga itu,” katanya.

Bahkan, kata Yurdhita bahwa saat ini angka kematian makin tinggi. “Angka kematian kita lihat makin tinggi, di IGD di ICU yang menjadi indikator seberapa kuat sih kita menangkal wabah ini udah terganggu, sehingga kita mau itu turun secepat-cepatnya,” katanya.

Sehingga, kata Yurdhita semua pihak harus bersepakat untuk mengakhiri pandemi Covid-19 untuk bisa menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

“Kita coba untuk mengurangi beberapa hal. Tapi biasa kalau kita mau bersama-sama bersepakat gitu apa yang harus dilakukan kan sebetulnya yang harus kita sepakati dulu endpoint-ya mau apa gitu kan,” sambungnya.

“End pointnya kan kita mau bahwa lekas pandemi itu bisa selesai dan kita bisa menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa yang masih bisa diselamatkan gitu dalam kondisi seperti ini,” ungkap Yurdhita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini